ASTAGA, Petugas Keamanan di Rumah Dinas Bupati Klaten Ini Dilibatkan dalam Jual Beli Jabatan

Sukarno sering diminta tolong beberapa PNS untuk menyampaikan permintaan promosi jabatan kepada Sri Hartini.

ASTAGA, Petugas Keamanan di Rumah Dinas Bupati Klaten Ini Dilibatkan dalam Jual Beli Jabatan
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO P
Sukarno (baju biru) memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (16/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Petugas keamanan Rumah Dinas Bupati dilibatkan dalam jual beli jabatan di Pemerintahan Kabupaten Klaten.

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi dengan terdakwa Bupati nonaktif Sri Hartini di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (16/6/2017) mulai pukul 09.00 WIB .

Jaksa penuntut umum menghadirkan Satpam bernama Sukarno.

Ada pula 13 saksi lain.

Sukarno menyatakan tak pernah tersangkut pembentukan susunan organisasi dan tata kelola (SOTK).

Namun, dia sering diminta tolong beberapa PNS untuk menyampaikan permintaan promosi jabatan kepada Sri Hartini.

"Ada sekitar tujuh-delapan orang yang minta disampaikan ke ibu (terdakwa)," tutur Sukarno.

Menurutnya, beberapa orang yang meminta promosi itu ditarik uang syukuran oleh Sri Hartini.

"Ahmad Orison seorang Kasi Disdukcapil datang ke rumah saya minta untuk dipromosikan menjadi camat. Saya sampaikan ke ibu. Lalu ibu bilang jabatannya pas, tidak masalah tapi ada uang syukuran sebesar Rp 80 juta," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved