Hingga Juni 2017, Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Kudus Sudah Capai Rp 8,1 Triliun

Setiap tahun, bulan-bulan krusial penerimaan bea dan cukai di Kudus adalah pada‎ Oktober, November, dan Desember.

Hingga Juni 2017, Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai Kudus Sudah Capai Rp 8,1 Triliun
TRIBUNJATENG/YAYAN ISRO' ROZIKI
Suryana 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Tahun ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus ditarget penerimaan sebesar Rp36.758.743.216.000 (Rp36,758 triliun).

Perinciannya Rp36.705.737.93.000 (Rp36,705 triliun) target penerimaan cukai dan sisanya Rp53.005.281.000 (Rp53,005 miliar) dari penerimaan kepabeanan.

"Hingga pertengahan Juni ini, total realisasi penerimaan mencapai Rp8.165.913.800.461 (Rp 8,165 triliun) atau 22,21 persen dari total keseluruhan target," kata Kepala KPPBC Kudus, Suryana, Jumat (16/6/2017).

Lebih terperinci lagi, realisasi tersebut berasal dari penerimaan cukai sebesar Rp 8.143.091.629.986 (Rp 8,143 triliun) atau 22,5 persen dari total target penerimaan cukai.

Sisanya sebesar Rp 22.822.170.475 (Rp22,822 miliar) dari kepabeanan atau 43,06 persen dari total target penerimaan kepabeanan.

"Kami optimistis pada akhir tahun ini, keseluruhan target dapat terpenuhi. Ini masih on the track," ucapnya.

Menurut dia, keyakinan ini bukan tanpa dasar.

Setiap tahun, bulan-bulan krusial penerimaan adalah pada‎ Oktober, November, dan Desember.

"Tiga bulan terakhir pada akhir tahun, penerimaan cenderung naik sangat pesat," tuturnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved