Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kapolri Akan Temui KPK, Bahas Pernyataan Novel Baswedan Soal Jenderal yang Terlibat Serangan

Dalam berita itu disebutkan Novel pernah mendapat informasi dari seseorang mengenai keterlibatan seorang jenderal polisi, yang punya jabatan tinggi.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNNEWS
Tito Karnavian 

TRIBUNJATENG. COM, JAKARTA - Kontroversi mengenai Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang jadi korban penyerangan air keras, terus bergulir.

Kali ini Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meminta Novel Baswedan menyebut nama jenderal yang diduga terlibat dalam kasus penyerangan tersebut.

"Kalau ada oknum jenderal, jenderal yang mana? Buktinya apa? Itu yang penting," kata Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/6).

Tito menyayangkan sikap Novel yang mengungkapkan pernyataan itu kepada media, bukan kepada penyidik Polri.

Pasalnya, menurut Kapolri, pernyataan Novel di media menimbulkan kesan ada keterlibatan institusi Polri dalam aksi kejahatan terhadap dirinya.

"Jangan sampai keluar pernyataan tapi kemudian tidak ada buktinya. Tentu saya menyayangkan karena berakibat negatif terhadap institusi Polri," kata Tito.

Situs online majalah Time melakukan wawancara khusus dengan Novel pada 10 Juni lalu.

Wawancara dipublikasikan pada 12 Juni, berjudul 'I Don't Want to Be Sad': Indonesia's Top Graft Buster Talks to TIME From His Hospital Bed (Saya Tidak Ingin bersedih: Sang Pembongkar Korupsi Bicara kepada Time dari Tempat Tidurnya di Rumah Sakit).

Dalam berita itu disebutkan Novel pernah mendapat informasi dari seseorang mengenai keterlibatan seorang jenderal polisi, yang punya jabatan tinggi di Polri, dalam kasus penyerangan terhadap dirinya.

"Saya mendapat informasi, seorang jenderal polisi --punya jabatan tinggi-- terlibat. Awalnya saya bilang informasi itu salah. Namun, setelah dua bulan penyelidikan tidak menghasilkan apa-apa, saya mengatakan (pada orang yang menyampaikan dugaan itu), sepertinya informasi itu benar," kata Novel.

Kapolri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan KPK mengenai perkembangan penanganan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Serangan dilakukan dua orang tak dikenal pada 11 April lalu ketika Novel baru saja malaksanakan ibadah Salat Subuh di sebuah masjid tak jauh dari rumahnya, kawasan Jl Deposito, Kelapa Gading, Jakarta.

"Saya rencananya Senin (19/6) mau ke KPK," kata Tito Karnavian.

Selain hendak membicarakan perkembangan penyidikan kasus tersebut, Tito juga akan membahas pernyataan Novel di Time dengan para petinggi KPK.

"Kalau ada buktinya, kami terbuka untuk itu, kami akan proses," ujarnya.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan sejauh ini penyidik sulit untuk menemui Novel yang masih dirawat di Singapura.

"Oleh dokternya tidak diizinkan. Harus ada dokter dan dokternya sedang cuti. Penyidik hanya diberikan akses lima menit," katanya.

Muncul 3 spekulasi

Setyo meminta Novel untuk mengungkapkan keterangannya dalam berita acara pemeriksaan sehingga bernilai hukum.

"Kalau dia punya informasi, silakan dituangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan). Kalau dia menyebut nama, sebaiknya hati-hati karena kalau tidak terbukti, ada implikasi hukum," katanya.

Ia menegaskan penyidik terus berupaya mencari pelaku kasus tersebut.

"Kami terus melacak pelakunya. Jangan dikatakan ini berhenti," katanya.

Sejumlah metode investigasi telah dilakukan para penyidik untuk membuat kasus ini menjadi terang.

"Ada dua cara metode deduktif dan induktif dari dalam dan dari luar, itu kami lakukan terus," katanya.

Polisi sempat memeriksa empat orang yang dicurigai terlibat dalam kasus tersebut, namun kemudian dilepas karena tidak cukup bukti dan mereka mempunyai alibi kuat.

Penyidik mempercayai alibi mereka karena dikuatkan sejumlah bukti termasuk tiket pesawat terbang. (tribunjatengcetak)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved