Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Presiden Jokowi: Kadang Kita Lupa bahwa Negara Ini Beragam

Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah sejak Kamis (16/6), selain meresmikan proyek infrastrukur dan bagi-bagi Kartu Indonesia Pintar,

Penulis: suharno | Editor: iswidodo
KOMPAS IMAGES
Presiden Jokowi 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Jawa Tengah sejak Kamis (16/6), selain meresmikan proyek infrastrukur dan bagi-bagi Kartu Indonesia Pintar, juga berbuka puasa dengan para ulama.

Jokowi mengatakan tidak hanya di Ungaran, Kabupaten Semarang, saja dirinya mengundang para ulama untuk berbuka bersama. Setiap kunjungan kerjanya, Jokowi mengatakan bahwa dia selalu mengundang para ulama untuk berbicara tentang keumatan dan kebangsaan.

"Ke Kalimantan Selatan (ulama) diundang, ke Jawa Timur diundang, ke sini (Jawa Tengah) diundang. Supaya dapat masukan sebanyak-banyaknya. Supaya kita bisa mendengar arus bawah inginnya seperti apa, para ulama inginnya seperti apa," papar Jokowi saat berbuka bersama dengan para ulama di rumah makan Mang Engking, Ungaran, Sabtu (17/6).

Jokowi menambahkan pertemuan-pertemuan ini untuk menitipkan pesan persatuan dan kesatuan. "Ya untuk mengingatkan kepada kita semua. Kadang kalau tidak diingatkan kita sering lupa bahwa negara ini sangat beragam. Bahwa negara ini memiliki agama yang berbeda-beda, suku yang bermacam-macam," sambungnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga berdialog dengan sekitar 20 ulama yang datang di rumah makan tersebut. Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, KH Yusuf Chudlori mengatakan undangan tersebut sebagai ajang silaturhami dengan para ulama.

"Pak Jokowi banyak menitipkan pesan tentang persatuan dan kesatuan, menjaga NKRI, karena para kiai ini yang selalu menemani masyarakat," kata ulama yang akrab disapa dengan Gus Yusuf ini.

Gus Yusuf menambahkan para ulama juga menyampaikan beberapa masukan supaya Jokowi mengkaji ulang bahkan mencabut aturan Full Day School (FDS) yang menjadi keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Presiden Jokowi berbincang dengan Bupati Semarang, Mundjirin.
Presiden Jokowi berbincang dengan Bupati Semarang, Mundjirin. (Tribun Jateng/Suharno)

"Para kiai khawatir (aturan FDS), nantinya dapat membunuh pelan-pelan Madrasah Diniyah, TPQ (Taman Pendidikan Alquran), pengajian sore dan anak-anak kehilangan akal kulturnya karena tidak berinteraksi dengan kegiatan kultural," sambungnya.

Terkait masukan tersebut, Gus Yusuf mengatakan Jokowi akan memanggil Mendikbud secepatnya. "Tadi juga ada paparan bahwa kegiatan itu (FDS) tidak harus murni di sekolah dan Presiden menyampaikan bahwa memang praktiknya tidak segampang itu," ujarnya.

Usai berbuka, rombongan Presiden menuju ke Bandara Ahmad Yani, Semarang, untuk kembali ke Jakarta.

Sebelum di Ungaran, Jokowi meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Temanggung, Sabtu. Ada tiga proyek yang diresmikan Presiden. Antara lain proyek Jembatan Gantung Galeh sepanjang 90 meter yang menghubungkan Desa Gandurejo di Kecamatan Bulu ke Desa Kauman di Kecamatan Parakan. Kedua wilayah itu dipisahkan Sungai Galeh.

Selanjutnya Jembatan Gantung Suropadan yang menghubungkan Desa Suropadan di Kecamatan Pringsurat, Temanggung ke Desa Kalikuto di Kecamatan Grabag, Magelang. Jembatan sepanjang 90 meter ini menghubungkan kedua wilayah yang dipisahkan Sungai Elo. Kedua jembatan tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan Jembatan Kali Galeh CS yang terdiri atas empat jembatan senilai Rp 10,306 miliar.

Selain jembatan, Presiden juga meresmikan proyek Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Parakan Wetan yang berada di Jalan Parakan Campur Salam, Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan, Temanggung. (Tribunjateng/cetak/suharno/kompas.com)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved