Didampingi UKSW, 17 Mahasiswa Asing Tinggal di Salatiga Hingga Agustus. Apa Saja yang Dikerjakan?
17 mahasiswa asing tinggal di Salatiga hingga Agustus. Didampingi dari UKSW Salatiga, mereka bakal belajar tentang Indonesia.
Penulis: deni setiawan | Editor: rika irawati
17 Mahasiswa Peserta PIBBI Berada di Salatiga Hingga 28 Juli 2017 Mendatang
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pembantu Rektor IV Universitas Kristen Sastya Wacana Salatiga, Martha Nandari S Handoko, secara resmi membuka dan menerima 17 mahasiswa asing peserta Program Intensif Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia (PIBBI) ke 71, Senin (19/6/2017).
Mereka diterima dalam upacara formal di Balairung UKSW.
“Rincinya, 14 mahasiswa dari Australian National University dan 3 peserta lainnya adalah mahasiswa dari Amerika. Selain mereka, kami juga menerima dan membuka resmi Program Consortium for the Teaching of Indonesian (COTI) 2017,” kata Martha kepada Tribun Jateng.
Martha mengatakan, mahasiswa tersebut akan menetap di Salatiga hingga 28 Juli 2017. Dia berharap, mereka dapat menikmati program tersebut.
Khusus COTI 2017, Martha mengatakan, program itu akan dilaksanakan hingga 9 Agustus 2017 dan jumlah peserta ada 12 orang. Delapan mahasiswa dari Amerika Serikat, yakni ada dari Cornell University, University of California Los Angeles (UCLA).
Empat lainnya dari Arizona State University, Northen Illinois University, University of Hawaii, University of Montana-Missoula, University of Michigan, dan University of Pennsylvania.
“Pelaksana dua program itu adalah Language Training Center (LTC) UKSW. Kami menunjuk Presiden COTI Jolanda Pandin sebagai pendampingnya,” ujarnya.
Di kedua program ini, peserta akan belajar tentang bahasa maupun budaya Indonesia.
“Peserta COTI nantinya akan belajar bahasa Indonesia secara mendalam. Karena itu, waktunya lebih panjang dibandingkan peserta PIBBI. Selama mengikuti program itu, ada beragam topik yang juga akan dipelajari. Seperti tentang politik, agama, ekonomi, budaya, hingga berkaitan gender. Selain secara teori, mereka juga diajak berkunjung ke lokasi sesuai topik yang diangkat,” tambah Direktur LTC UKSW Johanna Likumahuwa.
Dia berharap, para perserta dua program itu betah tinggal di Salatiga. Juga, cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/17-mahasiswa-asing-belajar-indonesia-di-salatiga_20170620_011609.jpg)