Wali Kota Semarang Peringatkan PKL Simpanglima Agar Tak Patok Harga yang Ngepruk Pembeli
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pedagang makanan di kawasan Simpanglima tak menaikkan harga hingga 300 persen saat libur Lebaran.
Penulis: galih permadi | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Shelter PKL Simpanglima Semarang menjadi daya tarik bagi pemudik yang tiba di Kota Semarang. Di kawasan tersebut dijajakan makanan khas Semarang, semisal babat gongso, pecel, atau tahu petis.
Tak hanya itu, Simpanglima juga memiliki daya tarik sebagai ruang terbuka yang dimanfaatkan masyarakat untuk bersepeda, bersepatu roda, atau sekedar berjalan santai.
Dengan meningkatnya kunjungan selama libur Lebaran, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menggerakkan Paguyuban PKL Simpanglima untuk kerja bakti membersihkan area PKL terbesar di Kota Semarang tersebut, Kamis (22/6/2017).
Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, turun langsung membersihkan area Shelter Simpanglima menggunakan sapu lidi.
Hendi juga tampak cair berbaur dengan para pedagang kaki lima yang juga sibuk menyapu hingga mengepel lantai shelter.
"Kerja bakti ini adalah bagian dari upaya menyiapkan Simpanglima menyambut pemudik. Kebersihan ini menjadi komitmen, jangan sampai ada komplain lagi mengenai saluran bau," ujarnya.
Momen tersebut juga dimanfaatkan Hendi mengingatkan para pedagang kaki lima di Simpanglima untuk tidak menaikkan harga menjadi tidak wajar, selama libur Lebaran.
"Jangan sampai momentum Lebaran ini malah menjadi catatan buruk bagi Kota Semarang karena sedulur-sedulur menaikan harga makanan secara tidak wajar. Mremo bolehlah tapi jangan ngepruk. Mungkin naik 10-20 persen boleh tapi jangan sampai naik 300-500 persen," ujarnya.
Terkait parkir dan kemacetan lalu lintas, Hendi meminta petugas dari Dinas Perhubungan selalu berjaga membersihkan Simpanglima dari parkir liar.
"Kami sudah sediakan kantong parkir, petugas kami akan mengingatkan pemudik dari luar Semarang bila parkir di tempat larangan," ujarnya.
Seorang warga Semarang yang ikut berpartisipasi dalam kerja bakti tersebut, Setiawan, mengapresiasi langkah yang dilakukan wali kota.
"Memang, seharusnya seperti ini. Semua bertanggung jawab menjaga kebersihan, apalagai Simpanglima yang notabene pusat kota," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wali-kota-semarang-hendi-bersih-bersih-simpanglima_20170622_214520.jpg)