Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bolehkah Masyarakat Salatiga Melaksanakan Takbir Keliling? Ini Kata Kapolres dan Dandim

Kapolres bertemu dengan beberapa pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Salatiga dan dalam pertemuan itu juga dihadiri Dandim 0714 Salatiga

Tayang:
Penulis: deni setiawan | Editor: a prianggoro
tribunjateng/dok
Saat hendak menggunakan motor tersebut untuk keperluan dinas, ternyata sudah tidak ada di lokasi. Padahal kunci masih dipegangnya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Menyikapi beberapa polemik tentang diizinkan atau tidaknya masyarakat Salatiga untuk melaksanakan takbir keliling di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto mencoba memberikan penjelasan.

Kamis (22/6/2017) petang, Kapolres bertemu dengan beberapa pengurus Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Salatiga dan dalam pertemuan itu juga dihadiri Dandim 0714 Salatiga Letkol Kav Asjur Bahasoan dan Kepala Pengadilan Negeri Salatiga Salman Alfarisky di Ruang Kerja Kapolres Salatiga.

“Perlu dipertegas dan dipahami masyarakat. Itu pula yang kami sampaikan kepada para pengurus PHBI Salatiga kemarin, kami tidak melarang warga atau masyarakat menggelar takbir keliling. Tetapi sekadar menghimbau dan menyarankan agar alangkah baiknya dilaksanakan cukup di tiap masjid sekitar lingkungan mereka,” kata Kapolres Salatiga kepada Tribun Jateng, Jumat (23/6/2017).

Dia beralasan, himbauan serta saran tersebut ditujukan demi keamanan serta kenyamanan masyarakat Salatiga. Dan bukan berarti kegiatan takbiran atau takbir keliling yang telah menjadi sebuah tradisi umat Islam dalam menghidupkan suasana malam Hari Raya Idul Fitri tidak dilaksanakan.

“Namun, yang lebih aman dan nyaman dilaksanakan di masjid. Kami yakin meskipun dilaksanakan di masjid atau musala, tidak akan mengurangi makna. Semoga itu bisa menjadi pertimbangan dan bisa dipahami masyarakat di Salatiga. Himbauan ini pun kami sampaikan juga berkaca pada kasus yang terjadi di Kampung Melayu Jakarta beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Dan pada dasarnya pula, lanjut AKBP Happy, di setiap kegiatan perayaan keagamaan yang mengerahkan massa cukup banyak tersebut tidak ingin dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang anti keberagaman atau yang sekadar mementingkan paham radikalisme (terorisme) untuk menunjukkan eksistensinya.

“Sebenarnya lebih pada tujuan itu kami bersama pihak kepolisian memberikan himbauan tersebut. Semua demi keamanan serta kenyamanan bersama, bukan maksud lainnya. Bagaimanapun dan perlu diwaspadai bersama, teroris ada di sekitar dan setiap saat bisa saja mengancam apalagi menumpang untuk beraksi,” tambah Dandim Salatiga Letkol Kav Asjur. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved