Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lewat Pengeras Suara di Masjid, Bupati Kudus Bicara Pencalonan Dirinya Sebagai Gubernur Jateng

Bupati Kudus Musthofa lewat pengeras suara di dalam masjid berbicara soal dirinya yang hendak maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Bupati Kudus Musthofa (dua dari kiri barisan paling depan) saat menuju Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Masjid adalah tempat istimewa bagi kaum Muslimin untuk beribadah. Tak terkecuali Masjid Agung Kudus, yang menjadi tempat salat id masyarakat Kota Kretek, pada Minggu (25/6/2017). Namun sayangnya, di dalam masjid itu dibumbui oleh aroma politik terkait rencana Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018. 

Bupati Kudus Musthofa lewat pengeras suara di dalam masjid berbicara soal dirinya yang hendak maju sebagai bakal calon gubernur Jawa Tengah.

 "Saya meminta restu untuk maju menjadi calon gubernur pada Pilgub Jateng 2018," kata Musthofa  seusai Khotbah salat Idul Fitri di Masjid Agung Kudus.

Sebelumnya, Musthofa yang bertindak sebagai khotib  tiba di Masjid Agung Kudus pada pukul 06.13 WIB. Pada pukul 06.37 WIB Musthofa mulai naik ke mimbar untuk membacakan Khotbah Idul Fitri. Dalam Khotbahnya, dirinya menekankan agar masyarakat memepertahankan nilai kebhinekaan.

Dia juga meminta maaf atas salah maupun kekeliruan selama kepemimpinannya yang hampir purna itu.

Bupati Kudus Musthofa mengajak masyarakat Kudus untuk mempertahan kebhinekaan.

"Maka, yang muncul adalah keinginan bagaimana kita pertahankan kebhinakaan menjadi sebuah keindahan yang tidak ditemukan pada tatanan kehidupan kemasyarakatan berbangsa dan bernegara yang dialami oleh bangsa-bangsa lain," ucapnya saat berada di mimbar khotbah.

Nilai kearifan lokal, kata dia, merupakan nilai asli Indonesia, terbukti mampu mengakomodir kepentingan kelompok menjadi perpaduan yang serasi dan harmonis.

"Kita optimis program berat baik di level Kabupaten maupun tingkat Provinsi akan dapat diselesaikan, tidaj berhenti pada tataran impian harapan tetapi kenyataan dapat dirasakan masyarakat baik kualitas kehidupan umat beragama," kata Musthofa.

Sementara itu, sebagai Imam dalam salat id tersebut adalah KH Ahmad Musta'in Yanis. (*)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved