Arus Mudik Lebaran

Begini Cara Ganjar Memantau Arus Mudik di Jawa Tengah Disela-sela Open House

Di sela-sela open house, sesekali Ganjar melihat ponselnya memantau grup pantauan mudik.

Begini Cara Ganjar Memantau Arus Mudik di Jawa Tengah Disela-sela Open House
Tribun Jateng/Galih Permadi
Seorang warga mengabadikan moment saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istrinya disela acara Open House di Purworejo, Senin (26/6/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOREJO- Ganjar harus membagi waktu di tengah kegiatan open house dan memantau jalur mudik lebaran. Di sela-sela open house, sesekali Ganjar melihat ponselnya memantau grup pantauan mudik.

“Saya membagi padatnya waktu dengan memantau mudik lewat twitter atau grup pantauan mudik. Kalau tidak sibuk saya sempatkan baca berita, kemudian kalau ada berita penting saya informasikan ke teman-teman,” ujar ganjar saat ditemui di kediaman orang tuanya di Jalan Kantor Pos, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Senin (26/6). 

Di twitter, Ganjar melakukan polling mudik Lebaran di antaranya polling tanggal berapa mudik? Ketika bawa uang banyak ke kampung halaman untuk apa? dan memilih angkutan mudik menggunakan apa? Dan berapa tingkat kepuasan pengelolaan mudik tahun ini?

Hasil polling, warga mudik mepet hari Lebaran. Kemudian banyak pemudik menyiapkan uang untuk bagi-bagi. Namun ada juga yang diinvestasikan di kampung halaman.

“Kalau bawa duit banyak untuk diinvestasikan di kampung halaman, maka secara ekonomi ada insentif ekonomi mudik duit dikumpulkan lalu diinvestikan sangat bagus sekali,” ujarnya.

Sementara, angkutan mudik paling banyak menggunakan kendaraan pribadi, disusul kereta, pesawat dan kapal.

“Ini saya lakukan untuk mengukur kepuasan public secara cepat tentu bukan secara akademis. Saya ingin menangkap suasana mudik tahun ini. Mereka memberikan nilai pengelolaan dengan skor 8 hingga 9. Meski ada catatan soal penerangan jalan dan masih terjadi kecelakaan. Saya ucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh komponen atas kelancaran mudik tahun ini,” ujarnya.

Ganjar mengatakan masih ada satu pekerjaan rumah yang harus dibereskan Ganjar dalam satu tahun pemerintahannya. Pekerjaan rumah tersebut yakni pengentasan kemiskinan.

“Setahun ini lebih substantif menjadi beban saya yakni kemiskinan. Namun itu juga dirasakan di Kabupaten/kota sama halnya nasional. Perlu mereformulasi perlakuan terhadap status miskin itu dan itu PR besar saya. Terkait infrastruktur banyak anggapan sudah bagus, tapi biasa saja buat saya. Anggaran dinaikkan, jadwal diperketat, proses lelang transparan dan kontrol dilakukan sehingga hasilnya baik,” ujarnya.

Untuk pengelolaan birokrasi, menurut Ganjar, sudah semakin baik.

“Reformasi birokrasi semakin baik, pengelolaan LKHPN sudah bagus, mencegah korupsi dan menolak grativikasi sudah menjadi hal biasa. Kesalehan sosial sudah diwujudkan dalam layanan masyarakat. Saya bangga perilaku birokrasi di Pemprov Jateng dan semoga bisa ditularkan,” ujarnya.(*)

Penulis: galih permadi
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved