Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar: Lebaran Seperti Orang Memakai Baju Kotor lalu Dicuci Bersih dan Dipakai Lagi

"Sekarang saya yang jadi orang tua secara sosial," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Galih Permadi
Ganjar Pranowo beserta keluarga besar berfoto bersama saat menggelar open house di Purworejo, Jawa Tengah, Senin (26/6/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melanjutkan tradisi open house di kediaman orang tuanya di Jalan Kantor Pos, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Senin (26/6).

Meski sang ayah, Pramuji Pramudi Wiryo telah wafat pada awal April lalu.

Pagi itu, Ganjar memakai baju koko putih, berpeci hitam, dan bercelana panjang jeans biru.

Didampingi sang istri, Siti Atikoh mengenakan gamis putih dengan hijab putih pula. Warga silih berganti datang untuk bersalaman dengan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Tak sedikit para tamu untuk menyempatkan wefie atau foto bersama Ganjar dan istri.

Iki arep salaman opo arep foto,” gurau Ganjar kepada warga yang meminta foto bersama.

Bertemu keluarga, kata Ganjar, merupakan tradisi tahunan saat lebaran. Namun menurutnya, lebaran tahun ini begitu istimewa lantaran Ganjar sudah tidak memiliki orang tua.

“Sekarang saya yang jadi orang tua secara sosial. Hari pertama Lebaran saya salat id di Tawangmangu tempat kelahiran saya. Lalu sore ke Kutoarjo. Pagi hari ke makam bapak ibu, lalu silaturahmi dengan warga di Purworejo,” ujarnya.

Ramadan tahun ini begitu istimewa lantaran Ganjar dapat umroh bersama keluarga.

“Di sana saya berdoa agar diberi kemudahan dan kekuatan ketika memimpin Jateng. Juga dijauhkan dari fitnah dan ketika mendapatkan cobaan saya berdoa semoga mampu menghadapi cobaan yang ada,” ujarnya.

Ganjar mengibaratkan Lebaran seperti orang memakai baju kotor lalu dicuci bersih dan dipakai lagi.

“Baju kotor kemarin kita pakai gulungkuming di tanah, ya jangan dikotori lagi kalau sudah dicuci tetap menjaga kebersihan baju. Alhamdulillah lebaran kali ini menyenangkan,” ujarnya.

Ramadan dijadikan momen untuk meningkatkan kualitas kesalehan sosial bagi dirinya dan juga masyarakat.

“Meningkatkan kualitas kesalehan sosial dengan memperbaiki diri, saling tolong menolong, saling membantu, saling peduli, berbuat baik, berkata baik tidak hoax. Saya sampaikan juga saat di Tawangmangu agar saling menjaga silaturahmi, tolong-menolong, merawat pluralisme kebangsaan, mencintai tanah air,” ujarnya.

Ganjar berharap masyarakat Jawa Tengah menjadi masyarakat yang bahagia.

“Mudah-mudahan masyarakat menjadi bahagia, bisa senang, bisa bersilaturhmi. Harapan saya silaturahmi itu bertemu dan ketemu, tidak digantikan sms atau copas melalui whatsapp,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved