Fatkul Terus Berlari di Bawah Sorotan Senter Tim Elang. Ia Tersungkur di Depan SPBU . . .
Fatkul berlari ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Siliwangi, Ngaliyan, Kamis (29/6/2017) dini hari
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fatkul berlari ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Siliwangi, Ngaliyan, Kamis (29/6/2017) dini hari.
Saat itu Fatkul tersorot lampu senter personel Elang Polrestabes Semarang, yang melintas di lokasi.
Pria asal Gondoriyo, Ngaliyan itu kali kedua tampak membuang benda, saat berlari. Personel Elang pun mengejar dia.
Upaya pelarian itu akhirnya gagal. Fatkul tersandung kemudian tersungkur di taman SPBU.
Lima personel Elang pun sigap memegangi kaki dan lengan Fatkul.
"Ampun pak. Ampun. Saya tidak lari lagi," mohon Fatkul ketika badannya digotong para polisi mendekati jalan raya.
"Saya lihat kamu dua kali buang plastik. Apa yang kamu buang?" tanya polisi ke Fatkul.
Mantan narapidana kasus perjudian togel itu bilang tak ada yang dibuang.
Tercium aroma alkohol dari mulut Fatkul.
"Demi Allah, tidak ada pak. Ampun pak, jangan ditangkap," rengek Fatkul lagi.
Tak mendapat jawaban, 10 personel Elang pun menyisir sudut-sudut di SPBU.
Mereka mencurigai Fatkul membuang benda yang diduga obat-obatan terlarang.
Sekitar 10 menit penyisiran, tak ditemukan benda yang dimaksud.
"Kami lihat dia (Fatkul) buang platik kecil tadi. Kemungkinan pil," ujar Katim Elang yang bertugas, AKP Faisal Lisa.
Faisal pun menginstruksikan para personel berhenti menyisir lokasi.
Selanjutnya, Fatkul dan enam pemuda yang dicurigai pun didata polisi.
Mereka dilepas, lantaran tak ditemukan bukti kuat terkait kepemilikan obat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tim-elang_20170629_093846.jpg)