Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Penumpang Feri Tercebur ke Selat Bali

Pihak keluarga dan rombongan dari Pasuruan tersebut, masih menunggu untuk mendapatkan kabar terbaik dari Tim SAR.

Tayang:
Editor: a prianggoro
GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM- Seorang penumpang kapal feri bernama Mahbub berusia 18 tahun tercebur ke laut saat akan menuju ke Pelabuhan Gilimanuk dari Ketapang, Rabu (26/6/2017). Kejadian tersebut dikatakan General Manager PT ASDP Ketapang, Elvi Yoza.

"Iya kejadian dini hari tadi, satu orang tercebur dari Kapal Ferry," jelas Elvi saat dikonfimasi kemarin.

Menurutnya kejadian itu disebabkan karena kapal sempat goyang terkena ombak yang cukup besar. Korban yang berada di pinggir dek kapal jatuh terpeleset dan tercebur ke laut karena tidak siap berpegangan saat ada ombak datang.

Korban merupakan satu diantara rombongan penumpang bus dari Pasuruan, Jawa Timur untuk jalan-jalan ke Bali usai Lebaran. Elvi Yoza menjelaskan korban masih belum dapat ditemukan.

Jelas Elvi, pihak keluarga dan rombongan dari Pasuruan tersebut, masih menunggu untuk mendapatkan kabar terbaik dari Tim SAR.

"Keluarga sudah bersama kami menunggu perkembangan," kata dia.

Buntut dari insiden tersebut Kapal Mutiara Alas III diberi sanksi untuk tidak melakukan pelayaran sementara. "Kita berhentikan dulu. Ini tadi masih berlayar. Ini sanksi bagi mereka yang lalai dalam menjalankan tugas keselamatan penumpang," ujar Arief Muljanto, Kepala OPP Gilimanuk.

Penyelidikan ini, kata Arief, dilakukan untuk mengetahui kronologis insiden terjatuhnya penumpang kapal asal Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan itu.

Jika terbukti ada kelalaian dari awak kapal milik PT. Atosim Pelayaran ini akan diberi sanksi lanjutan. Sanksinya bisa berupa pencabutan izin berlayar bagi kapal tersebut.

"Kita akan cabut izinnya kalau memang mereka lalai," tambahnya.

Arief mengimbau kepada awak kapal untuk terus menjaga keselamatan pengguna jasa penyeberangan. Apalagi para pengguna jasa yang melakukan penyeberangan pada malam hari.

Sementara itu, polisi juga terus melakukan penyelidikan terkait dengan insiden ini. Beberapa saksi diperiksa untuk mengetahui penyebab kecelakaan laut ini.

"Kita lakukan pemeriksaan beberapa saksi," kata Kasat Polairud Polres Banyuwangi, AKP Subandi.

Korban yang bernama Mahbub (18) merupakan salah satu rombongan wisata yang akan berlibur ke Bali dengan menggunakan bus Pariwisata Pratama dengan nomer polisi W 7085 US. Saat itu korban sudah berada di dek bawah hendak masuk ke bus. Namun pada saat sandar, gelombang menghantam dan menyebabkan kapal goyang. Korban terpental dan tercebur.

Keluarga Pasrah

Suasana rumah Mahbub (18) warga Dusun Semare, Kecamatan Kraton, Pasuruan tampak ramai, Rabu (28/6) siang. Rumah Mahbub ramai dikunjungi kerabat, dan para tetangga dekat rumah paska Mahbub dikabarkan tercebur di perairan Selat Bali.

Paman korban, Mashuri menjelaskan korban dan rombongan mau ziarah ke Denpasar. Menurutnya, kegiatan ziarah itu rutin dilakukan korban dan warga Dusun Semare ini.

"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, ponakan saya ini sedang bersandar di pinggir kapal. Sebelum kapal menepi di pelabuhan Gilimanuk, katanya kapal goyang, dan dia (ponakan) jatuh ke laut. Saya juga kurang jelas, seperti apa kronologisnya," terangnya.

Menurut Mashuri, saat dirinya menghubungi teman keponakannya yang berada di lokasi kejadian mengatakan, si rekan bersama korban duduk santai pada sisi kapal di bagian bawah. Saat itu korban sedang mainan handphone, kemudian pada saat kapal hendak bersandar korban berdiri pada sisi kapal, kapal agak goyang karena diterjang ombak.

"Setelah itu katanya keponakan saya ini terpeleset dan jatuh ke laut. Dari laut korban sempat teriak minta tolong kepada temannya. (TRIBUNJATENG/CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved