FOCUS

Mudik Lebaran dan Macet, Sepertinya Sudah Sepaket

"Kok masih ada macet padahal jalan tol sudah ditambah dan tol darurat juga difungsikan? Lebaran kali ini, jalan utama juga banyak yang sudah diperleba

Mudik Lebaran dan Macet, Sepertinya Sudah Sepaket
tribunjateng/humas polres kebumen
Ratusan kendaraan wisatawan meilntasi tanjakan Andongsili desa Karangduwur kecamatan Ayah, di Pantai Menganti Kebumen Jateng. Sebagian masyarakat memanfaatkan libur lebaran untuk berwisata. 

TRIBUNJATENG.COM - "Kok masih ada macet padahal jalan tol sudah ditambah dan tol darurat juga difungsikan? Lebaran kali ini, jalan utama juga banyak yang sudah diperlebar dan tak ada penambalan jalan di tengah arus mudik".

Begitu komentar seorang sahabat, melihat tayangan berita di televisi tentang kemacetan di beberapa ruas tol di Jawa Tengah saat arus mudik dan sekarang arus balik.

Benar juga pertanyaannya. Pemerintah selalu mempercepat proyek terkait infrastruktur jalan agar saat mudik dan balik Lebaran bisa dilalui untuk mencegah macet. Tapi, tak bisa dielakkan juga kemacetan itu. Lha wong kendaraan yang melintas setiap tahunnya juga bertambah. Tentu, jalan tol yang semakin panjang dan tol darurat yang dipaksa dioperasikan padahal belum jadi, tak menjamin lalu lintas jadi lancar.

Arus balik pemudik di jalan Pantura, Semarang- Demak pada H+4 lebaran mengalami peningkatan, Kamis (29/6/2017)
Arus balik pemudik di jalan Pantura, Semarang- Demak pada H+4 lebaran mengalami peningkatan, Kamis (29/6/2017) (Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto)

Lagi pula, tak pernah ada berita tentang penyusutan kendaraan pribadi di Indonesia. Tak ada angka pasti, berapa mobil yang berakhir menjadi rongsokan setiap tahunnya. Yang ada, setiap tahun, ATPM (agen tunggal pemegang merek) menambah target penjualan kendaraan. Jika punya mobil, kenapa tidak dikendarai saat mudik?

Kenapa mudik harus jelang Lebaran? Apa tak bisa setelah Lebaran agar tak menambah macet? Jawabannya, ya bisa saja. Tapi macet, bisa menjadi bumbu dan menambah cerita seru perjalanan mudik. Kalau bertemu keluarga atau teman, bisa bilang harus tertahan macet dua, tiga, atau bahkan sepuluh jam hanya untuk lewat Tol Brebes-Tegal. Biasanya, meski disampaikan dengan nada memelas tapi ada kebanggaan dalam penyampaian karena bisa tahan dan bisa menaklukkan macet di tengah perjalanan mudik.

Kenapa tidak naik kendaraan umum dan memilih kendaraan pribadi sehingga menambah parah kemacetan saat mudik? Ya karena naik kendaraan pribadi lebih praktis. Tidak perlu memikirkan nanti sampai di terminal, bandara, atau stasiun, naik transportasi apa atau siapa yang menjemput.

MELINTAS - Kendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional di Tegal, Jateng, Sabtu (22/6/2017). Pada H-1 Lebaran jalan tol fungsional terpantau ramai lancar dikarenakan puncak arus mudik telah terjadi pada H-2.
MELINTAS - Kendaraan pemudik melintas di jalan tol fungsional di Tegal, Jateng, Sabtu (22/6/2017). Pada H-1 Lebaran jalan tol fungsional terpantau ramai lancar dikarenakan puncak arus mudik telah terjadi pada H-2. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Atau, kalau semua dipaksa naik kendaraan umum, ya tidak bakal cukup. Bisa-bisa, gambaran pemudik naik sampai atap gerbong kereta seperti yang menjadi ciri khas mudik ala warga India juga terjadi di Indonesia. Malah membuat miris dan khawir tentang keselamatan mereka.

Mudik dan Lebaran memang dua hal yang tak bisa dipisahkan. Tak afdol rasanya kalau Lebaran tak mudik. Ada yang kurang. Muncul rasa sedih bahkan rasa bersalah karena tidak bisa bertemu orangtua juga sanak keluarga. Juga, kecewa karena tak bisa bertemu teman-teman sekolah yang sudah kadung janjian reuni.

Dan persoalan yang menyertai saat mudik selalu sama, seputar infrastruktur yang belum siap, macet, juga tingginya potensi kecelakaan.

Rika Irawati wartawan Tribun Jateng
Rika Irawati wartawan Tribun Jateng (tribunjateng/grafis/bram)

Meski berusaha ditekan dan diperbaiki, dari waktu ke waktu, persoalan mudik itu tak pernah hilang. Berkurang, mungkin, tetapi tetap ada.

Jadi, Anda yang saat ini sedang dalam perjalanan balik dari kampung halaman, tak perlu mengeluh karena kemacetan yang terjadi. Seperti saat Ramadan bisa menahan haus, lapar, juga menahan amarah, di perjalanan balik ini pun harus tetap cool, dinikmati.

Dan mumpung masih suasana Lebaran, saya mengucapkan selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Selamat tetap menjaga hati tak mudah emosi dan menyiapkan energi untuk, semoga tahun depan bisa mudik lagi. (tribunjateng/rika irawati)

Penulis: rika irawati
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved