Buah Bibir
Resti, Guru Muda yang Rindu Menari
Di sela-sela kesibukan usaha onlinenya dan mengajar, Resti Yuyun Septembe Ria (23), merasa rindu menari
Penulis: Nur Rochmah | Editor: bakti buwono budiasto
Resti Yuyun Septembe Ria - Pengajar di SD IT Al Irsyad
TRIBUNJATENG.COM - Di sela-sela kesibukan usaha onlinenya dan mengajar, Resti Yuyun Septembe Ria (23), merasa rindu menari.
Dunia yang digelutinya sejak SD hingga bangku kuliah.
"Dulu waktu masih kuliah waktu luangnya berlimpah. Tapi sekarang rasanya waktu untuk menari saja agak nggak memungkinkan. Paling hanya sesekali aku lakukan," kata dara kelahiran 22 September 1994 itu pada Tribun Jateng, Jumat (30/6/2017).
Resti, sapaan akrabnya, mengaku saat ini sudah banyak jenis tarian yang pernah ia pelajari.
Beberapa di antaranya yakni, tari remo, tari gambyong, tari sendratari kamandaka, tari gambang semarang, tari kipas, tari piring, tari ngarojeng, tari merak, tari saman, tari mindhat mindhut, tari perang, dan tari kontemporer.
"Aku mulai kegiatan tari ini sejak duduk di bangku kelas 6 SD hingga sekarang, walaupun sudah nggak begitu sering. Kan pada dasarnya aku emang suka nari, rasanya tuh kayak ada kepuasan tersendiri kalau habis nari. Jadi kalau lagi bete lagi bosen atau banyak masalah, kelar nari rasanya langsung plong, jadi seneng lagi, mood balik lagi," jelas gadis yang saat ini juga berprofesi sebagai pengajar di SD IT Al Irsyad itu.
Selain itu, ia juga bercerita tentang kendala jarak rumah dengan tempat latihan yang jauh, dan jadwal latihan yang kadang molor membuatnya harus pintar-pintar membagi waktu, terlebih saat dirinya masih sekolah dulu.
Saat disinggung mengenai prestasi, gadis kelahiran Cilacap ini mengaku tidak begitu banyak penghargaan yang ia dapatkan.
"Ya aku nari sebenernya buat diri aku sendiri, kalo tampil di acara-acara dan dapat penghargaan itu seperti dapat hadiah saja bagiku," ungkapnya.
Resti juga berharap, supaya kebudayaan Indonesia khususnya untuk tari-tarian daerah tetap terus dilestarikan, agar nantinya anak cucu juga bisa merasakan dan menikmati keanekaragaman kebudayaan Indonesia.
"Untuk mewujudkan hal itu tentunya perlu kerjasama yang baik dan dukungan dari para generasi muda serta pihak pemerintah," harap Resti. (tribunjateng/cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/resti-yuyun_20170701_083213.jpg)