Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Analisa Kenapa Kawah Sileri Dieng Erupsi Semburkan Lumpur dan Gas

Saat kawah Sileri Dieng erupsi banyak pengunjung yang sedang berwisata, mereka panik lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Sejumlah pengunjung be

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: iswidodo
tribunjateng/ist
Tim Basarnas saat di dekat Kawah Sileri Dieng 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Saat kawah Sileri Dieng erupsi banyak pengunjung yang sedang berwisata, mereka panik lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Sejumlah pengunjung berteriak Allahu Akbar berkali-kali begitu melihat letupan asap putih bersumber dari kawah Sileri.

Terdengar teriakan-teriakan yang menggambarkan kepanikan warga. "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Ya Allah...Ya Allah," teriak satu pengunjung, Minggu siang (2/7/2017).

Warga kemudian lari berhamburan mencari sanak saudaranya di objek wisata itu, lalu bergegas pergi menggunakan kendaraan roda dua dan mobil.

Adapun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sempat mengeluarkan peringatan sejak 24 Juni 2017 lalu. Selain itu, PVMBG juga telah merekomendasikan radius bahaya kawah Sileri Dieng hingga 100 meter.

"Dengan kejadian ini, kami belum mengetahui apakah radius bahaya akan diperluas. Tergantung dari pusat. Kami masih mengumpulkan data," ucap Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, PVMBG, Surip.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan Kawah Sileri di kawasan Dieng itu berjenis freatik. "Freatik yaitu, letusan gas atau embusan asap dan material yang dipicu oleh tekanan gas yang berada di bawah permukaan," kata Sutopo.

Letusan freatik diketahui terjadi saat air laut atau air hujan menyentuh magma di dalam bumi. Setelah itu, panas magma akan menjadi uap yang sangat tinggi, maka terjadi letusan freatik. Material letusan yaitu lahar dingin, batu kecil, lumpur, asap hingga gas.

Letusan freatik berbeda dengan letusan magmatik yang mengeluarkan aliran lava dan material padat akibat keluarnya magma ke permukaan bumi. Sehingga letusan freatik tak begitu berbahaya. (dna/kps/wly)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved