Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jateng Alami Kenaikan Inflasi 0,61 Persen Sepanjang Ramadan hingga Lebaran

Bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran pada Juni 2017, Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK)

Penulis: m zaenal arifin | Editor: bakti buwono budiasto
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah saat cabai dari Temanggung bongkar muat di Pasar Johar, Kamis (26/1/2017) 03.00 dini hari. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bertepatan dengan Ramadan dan Lebaran pada Juni 2017, Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,35.

Inflasi Juni 2017 ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2017 lalu yang mengalami inflasi sebesar 0,58 persen dengan IHK 127,58.

"Inflasi di Jawa Tengah terjadi di enam kota SBH (survei biaya hidup)," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono, di kantornya, Senin (3/7/2017).

Ia menuturkan, inflasi tertinggi di Cilacap sebesar 0,99 persen dengan IHK 132,67 diikuti Purwokerto sebesar 0,98 persen dengan IHK sebesar 127,23. Kemudian Kota Tegal sebesar 0,90 persen dengan IHK 126,23, Surakarta sebesar 0,87 persen IHK 125,88 dan Kudus sebesar 0,55 persen dengan IHK 136,05.

"Inflasi terendah terjadi di Kota Semarang sebesar 0,37 persen dengan IHK 127,85," tuturnya.

Ia menjelaskan, inflasi disebabkan naiknya harga ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,93 persen.

Kemudian diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,90 persen. Kelompok bahan makanan sebesar 0,78 persen, kelompok sandang sebesar 0,35 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,18 persen. Inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,07 persen.

"Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah tarip listrik, daging ayam ras, bawang merah, angkutan antar kota dan bawang putih," jelasnya.

Ia menambahkan, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah cabai rawit, telur ayam ras, cabai merah, batu bata dan jeruk.

"Secara year on year, laju inflasi Juni 2017 sebesar 4,61 persen lebih tinggi dibandingkan laju inflasi Juni 2016 sebesar 2,96 persen," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved