Breaking News:

Jubir KPK : Mata Kiri Novel Baswedan Bakal Jalani Transplantasi Kornea

operasi mata kiri Novel dilakukan karena belum juga mengalami perkembangan kesehatan yang berarti

Editor: bakti buwono budiasto
ist
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk penyidik KPK Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Srlasa (11/4/2017).(Istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan, penyidik senior KPK Novel Baswedan akan menjalani operasi artifisial berupa transplantasi kornea pada mata kirinya.

Menurut Febri, operasi mata kiri Novel dilakukan karena belum juga mengalami perkembangan kesehatan yang berarti.

"Karena informasi terbaru yang kami dapatkan perlu ada tindakan yang lebih pada mata kiri Novel karena memang sudah tidak ada pertumbuhan signifikan. Sehingga akan dilakukan tindakan cukup signifikan, berbeda dari tindakan sebelumnya seperti alternatif melakukan operasi artifisial terhadap mata kiri Novel," kata Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/7/2017) kemarin.

Novel diketahui disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.

Akibat serangan teror ini, kedua mata dan kening Novel mengalami luka serius. Novel sempat dirawat di ICU RS Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Rumah Sakit Jakarta Eye Centre (JEC) hingga akhirnya dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura pada Rabu (12/4/2017) untuk dirawat intensif.

Di Singapura, Novel telah menjalani operasi membran sel terhadap kedua matanya pada Kamis (18/5/2017) lalu.

Berbeda dengan mata kiri, mata kanan Novel mengalami perkembangan cukup bagus.

"Untuk mata kanan ada pertumbuhan yang cukup bagus," katanya.

Meski telah berlalu tiga bulan, pihak kepolisian hingga kini belum juga berhasil mengungkap dan menangkap pelaku maupun otak teror terhadap Novel.

Pihak kepolisian berencana mengirimkan tim ke Singapura untuk memeriksa Novel.

Namun, operasi yang bakal dijalani Novel nampaknya membuat rencana kepolisian ini tertunda.

Febri mengatakan, rencana pemeriksaan oleh tim kepolisian di Singapura akan dilakukan setelah kesehatan Novel membaik.

"Kami masih mempertimbangkan aspek kesehatan dari Novel. Sehingga itu perlu dipertimbangkan untuk proses pemeriksaan itu. Memang kesehatan salah satu hal yang penting," kata Febri.

Lebih lanjut Febri memastikan, walaupun menjalani perawatan intensif di Singapura, pengusutan kasus-kasus korupsi yang ditangani Novel tidak akan terganggu, termasuk kasus KTP berbasis elektronik dimana Novel menjadi kepala satuan tugas (kasatgas).

"Ada sejumlah penyidik yang sudah ditunjuk sejak awal. Jadi penanganan satu kasus itu tidak dilakukan oleh satu orang atau satu kasatgas saja. Ada beberapa kasatgas yang memang dalam konteks manajemen penanganan perkara itu sudah dipertimbangkan sebelumnya dan kasus ini (KTP) tetap jalan sampai saat ini," katanya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved