Salut, Guru SMP 17 Ini Didik Muridnya jadi Kartunis Internasional

Kartunis Indonesia sering memenangi lomba kartun tingkat Dunia. Namun, dari jumlah keikutsertaan, jumlah kartunis Indonesia lebih sedikit

Salut, Guru SMP 17 Ini Didik Muridnya jadi Kartunis Internasional
istimewa
Suratno mengajarkan ngartun kepada anak didiknya di ruang perpustakaan SMPN 17 Semarang, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kartunis Indonesia sering memenangi lomba kartun tingkat Dunia. Namun, dari jumlah keikutsertaan, jumlah kartunis Indonesia lebih sedikit dibanding negara lain.

Hal itu membuat prihatin guru seni rupa SMPN 17 Semarang, Suratno.

Karena itu, Suratno membuka ekstrakulikuler untuk murid yang berminat menjadi kartunis.

"Indonesia sering juara dalam kontes kartun dunia, tapi yang ikut sedikit, kalah jumlah dari Iran, Turki, dan Cina. Iran bisa sampai 250 kartunis yang ikut lomba," ujarnya, Rabu (6/7/2017).

Suratno mengajarkan ngartun kepada anak didiknya di ruang perpustakaan SMPN 17 Semarang, beberapa waktu lalu
Suratno mengajarkan ngartun kepada anak didiknya di ruang perpustakaan SMPN 17 Semarang, beberapa waktu lalu (Istimewa)

Meski ekstrakulikuler baru akan berlangsung di tahun ajaran baru, dalam kelas khusus Ratno, demikian sapaan akrabnya, sudah ada 15 murid yang dididik untuk ikut lomba kartun internasional.

Tak hanya itu, Ratno juga membuka pelatihan khusus bagi warga Semarang yang ingin menjadi kartunis.

"Saya buka kelas khusus gratis bagi yang berminat. Di samping ada ekstrakurikuler kartun, kami juga memberikan pelatihan mengartun bagi alumni. Upaya ini saya lakukan agar bisa melahirkan kartunis dunia," ujarnya.

Ratno mengatakan kendala kartunis muda yakni keterbatasan menemukan ide.

Suratno mengajarkan ngartun kepada anak didiknya di ruang perpustakaan SMPN 17 Semarang, beberapa waktu lalu
Suratno mengajarkan ngartun kepada anak didiknya di ruang perpustakaan SMPN 17 Semarang, beberapa waktu lalu (Istimewa)

Tak hanya membimbing dari segi teknis, Ratno juga mengenalkan murid-muridnya bagaimana cara menggali ide.

Cara tersebut ia peroleh dari sejumlah relasinya, seperti Jitet dan Yehana SR.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved