Breaking News:

OPINI

Urgensi Dana Bantuan Parpol

Polemik mengenai dana bantuan untuk partai politik kembali mencuat.Selama ini, setiap kali ada rencana menaikkan pasti jadi polemik

Editor: bakti buwono budiasto
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Ali Mansyur sekretaris Komisi A DPRD Jateng 

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyatakan, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan telah menyepakati besaran kenaikan dana bantuan parpol Rp 1.000 per suara yang berlaku mulai tahun depan.

Penambahan anggaran tersebut akan dilakukan melalui revisi Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan kepada partai politik.

Dalam UU Partai Politik menyebut ada tiga sumber keuangan partai politik, yaitu sumbangan individu dan badan usaha, serta bantuan negara.

Bantuan negara berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk partai tingkat nasional dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk partai tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Baik sumbangan individu dan badan usaha maupun bantuan APBN/APBD sangat dibatasi.

Untuk sumbangan individu maupun badan usaha selalu dibatasi dengan tujuan menghindari adanya sumbangan jor-joran dari kelompok tertentu.

Tujuannya agar kemandirian partai politik bisa tetap terjaga.

Sedangkan, sumber dana dari APBD/APBN juga sangat terbatas, bahkan boleh dibilang sangat minim.

Misalnya, salah satu parpol peraih suara terbanyak dengan perolehan 23,6 juta suara di Pemilu 2014, hanya mendapatkan Rp 2,5 miliar.

Adapun salah satu parpol yang perolehan suaranya terbilang sedikit (1.143.094 suara di Pemilu 2014) hanya memperoleh dana bantuan Rp 123 juta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved