Pengedar Sabu Asal Bekasi Ditangkap di Kebumen

Polisi menangkap pelaku saat hendak bertemu dengan pemesan sabu, yaitu FA yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pengedar Sabu Asal Bekasi Ditangkap di Kebumen
Humas Polres Kebumen
Kapolres Kebumen tunjukkan barang bukti sabu dalam ungkap kasus peredaran narkoba. (Humas Polres Kebumen) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Satuan Reserse narkoba Polres Kebumen berhasil mengamankan pengedar sabu DM asal kota Bekasi, di Desa Patemon RT 01 RW 03 Gombong, Kebumen, Sabtu malam (8/7/17).

Polisi menangkap pelaku saat hendak bertemu dengan pemesan sabu, yaitu FA yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)

"Namun belum sempat bertemu untuk menyerahkan sabu - sabu, kami bersama anggota melakukan penangkapan," kata Kasat Resnarkoba Polres Kebumen Hari Harjanto, Rabu (12/7).

Kasat Narkoba mengungkapkan, dari hasil penggeledahan, pihaknya berhasil mengamankan 20 paket terdiri dari 19 paket terbungkus platik hitam dan 1 paket terbungkus plastik bening. Masing-masing paket seberat 0.5 gram, dengan jumlah keseluruhan 10 gram.

Selain itu, petugas juga mengamankan 1 pipet kaca, satu buah Handphone merek Nokia warna abu-abu, dan satu lembar uang tunai pecahan Rp. 100.000.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia memesan 10 gram sabu yang sudah dibungkus menjadi 20 paket dari seseorang, YTM yang juga merupakan DPO, pada Jumat (7/7) siang, dengan cara diantar oleh kurir ke rumah tersangka DM di Kota Bekasi.

Sabtu pagi (8/8) DM berangkat dari rumah di Bekasi menggunakan bus Sinar Jaya menuju Gombong untuk mengantar paket sabu yang sudah dipesan oleh seseorang, FA (DPO).

Sorenya, pukul 18.00 WIB, tersangka sampai di rumah kerabatnya di Gombong. Di tempat itu, mereka janjian ketemu.

Namun, belum sampai melakukan transaksi denga FA, petugas sudah berhasil membekuk DM. Tersangka sempat melakukan perlawanan kepada petugas hingga akhirnya ia berhasil dilumpuhkan oleh petugas.

"DM sudah bebrapa kali mengantarkan pesanan paket sabu-sabu ke wilayah Kabupaten Kebumen yang merupakan jaringan peredaran narkoba antar Kota" kata Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti

Menurut Kapolres, tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, dalam hal ini perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli menukar, menyerahkan atau menerima narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat 1 ditambah sepertiga.

(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved