Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MENGEJUTKAN, Begini Penjelasan Kapolri Tentang Pengungkapan Kasus Pembacokan Hermansyah

Ketua tim terpilih, Kombes Hery Heryawan, pernah besar di Ambon dan dekat dengan komunitas Ambon.

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Kapolri Jenderal Tito Karnavian berbicara di Hotel Santika Semarang untuk mengisi focus grup discussion, Kamis (13/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap sisi lain di balik pengungkapan kasus pembacokan terhadap Hermansyah, ahli IT Institut Teknik Bandung (ITB).

Setelah mendapat informasi tersebut, Kapolri langsung membentuk tim khusus dan memeriksa yang bersangkutan.

Anggota diminta bergerak mencari rekaman CCTV di sepanjang tol.

"Lalu kami melakukan interview kepada istrinya dari mana dia dan korban. Belum bergerak ke lapangan, sudah keluar info bahwa ini ahli IT yang sedang membela Mr R," ujar Tito di Hotel Santika Semarang, Kamis (13/7/2017).

Ketua tim terpilih, Kombes Hery Heryawan, pernah besar di Ambon dan dekat dengan komunitas Ambon.

Penyelidikan pun dilakukan secara intensif hingga membuahkan hasil.

"Anak yang bacok ini awalnya senggol-senggolan dan ribut. Yang mengejar menurut keterangan dia adalah korban. Setelah itu, korban mepet dan dipepet oleh mobil teman pelaku. Setelah ribut adu mulut, dipukul dan dibacok. Yang bacok satu orang," imbuhnya.

Setelah ulah mereka muncul di pemberitaan secara massif, tenyata para pelaku merasa ketakutan.

Mereka berembug dengan keluarga akan menyerahkan diri ke kantor polisi.

"Keluarganya ini orang Ambon. Di situ ada polisi dan dikenal punya sejarah di Ambon, yaitu Kombes Hery Heryawan, yang kebetulan muncul di TV sebagai ketua tim penyidik. Dicari kontak ketemu, kemudian pelaku mau menyerahkan diri," papar Tito.

Saat pelaku akan menyerahkan diri, Kombes Hery dkk melakukan penangkapan di rumahnya.

Karena pelaku memiliki iktikad baik, kepolisian pun memperlakukan secara baik.

"Kami enggak mau kalau (pelaku) menyerahkan diri. Nanti dikira setting-an. Jangan serahin diri, di rumah kami tangkap. Begitu bergerak, pelaku kami tangkap," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved