Penumpang Bus Semarang-Solo Kaget Tarif Mendadak Naik, Kata Pengamat itu Hak Pengelola, Kok Bisa?

Penumpang bus Semarang-Solo berfasilitas AC mengeluhkan kenaikan tarif tanpa adanya sosialisasi.

Penumpang Bus Semarang-Solo Kaget Tarif Mendadak Naik, Kata Pengamat itu Hak Pengelola, Kok Bisa?
Bus tingkat ini didatangkan langsung dari Swedia. Trayeknya menghubungkan Wonogiri-Solo-Jakarta dan sebaliknya.(TRIBUNSOLO/IMAM SAPUTRO) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Penumpang bus Semarang-Solo berfasilitas AC mengeluhkan kenaikan tarif tanpa adanya sosialisasi.

Kenaikan tarif cukup memberatkan bagi penumpang yang tiap hari menggunakan bus tersebut.

Seorang penumpang asal Salatiga, Agus Triyono mengatakan tarif bus Semarang-Salatiga biasanya sebesar Rp 12.000, kini naik Rp 15.000.

"Tidak ada informasi kenaikan tarif. Kami bingung padahal kan sudah tidak masa Lebaran. Saya dan teman-teman komunitas yang nglaju tiap hari menggunakan bus jurusan Semarang-Solo tentu cukup keberatan dengan kenaikan tarif tersebut," ujarnya, Rabu (12/7/2017).

Agus berharap pemerintah mengkaji ulang kenaikan tarif bus.

"Seharusnya pengelola bus dan pemerintah menyosialisasikan dan memberi alasan adanya kenaikan tarif tersebut," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang, Ngargono mengatakan jika saat ini pemerintah tidak bisa mengontrol tarif bus AC non ekonomi.

Tarif bus non ekonomi ditetapkan pihak pengelola bus.

"Pemerintah hanya menetapkan tarif batas atas dan bawah. Tarif batas atas bus ekonomi yakni Rp 160 per kilometer per penumpang. Semarang-Salatiga jaraknya sekitar 50 kilometer jadi penumpang dikenakan tarif Rp 8.000. Sementara kenaikan tarif bus Semarang-Solo itu menjadi kewenangan pengelola, tidak menyalahi aturan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: galih permadi
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved