Laka Karambol Tol Ungaran

Wali Kota Salatiga Sempat Sindir Kepala Disdukcapil Korban Laka Karambol Tol Ungaran, Begini Katanya

Wali Kota Salatiga Yuliyanto tak merasakan firasat terkait kepergian anak buahnya. Hanya, di pertemuan terakhir, dia sempat menegur Bustanul Arifin.

Wali Kota Salatiga Sempat Sindir Kepala Disdukcapil Korban Laka Karambol Tol Ungaran, Begini Katanya
Facebook Kabag Umum Setda Kota Salatiga Adi Setiarso
Kepala Dispendukcapil Kota Salatiga Bustanul Arifin (berdiri lima dari kiri) mendampingi Wali Kota Salatiga Yuliyanto (tujuh dari kiri), bersama rombongan pejabat serta staf Pemkot Salatiga, silaturahim dengan Habib Syech di Kota Solo, Rabu (12/7/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Hampir seharian, sebelum menjemput maut, Bustanul Arifin menjalankan tugas kedinasan bersama Wali Kota Salatiga Yuliyanto. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Salatiga itu merupakan korban tewas dalam kecelakaan karambol di ruas Tol Bawen-Ungaran Km 25, Kabupaten Semarang, Rabu (12/7/2017) malam.

"Tadi (Rabu), seharian bersama (saya). Pagi, sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB bersama-sama mengikuti kegiatan di Pemkot Salatiga. Lalu, siang hari, juga pergi ke Solo untuk kegiatan silaturahim," kata Yuliyanto kepada Tribunjateng.com.

Selama bersama almarhum, Yuliyanto tak mendapat firasat. Tak ada yang berbeda pada Bustanul. Semua yang dilakukan seperti biasa, sebagaimana mereka bertemu sebelum-sebelumnya.

"Cuma, tadi saat di Solo, kami mampir ke rumah makan. Kami makan satai kambing. Saya sindir, kok tumben makannya banyak ya, Pak? Saat itu, beliau makan satai satu porsi, tetapi nasinya dua piring," kenangnya.

Saat itu, Bustanul menjawab karena kelaparan. Dan rombongan tiba lagi di Kota Salatiga sekitar pukul 16.00 WIB. Sesampainya di Salatiga, anggota rombongan berpisah. Yuliyanto kembali ke Rumah Dinas Wali Kota di Jalan Diponegoro Kota Salatiga.

"Saya secara pribadi tidak ada firasat apapun, termasuk sikap yang berbeda pada diri beliau. Semua biasa, seperti hari-hari biasanya yang kerapkali bercanda bersama dengan siapapun. Karenanya, kami kaget, begitu dapat kabar duka ini," katanya.

Hal senada juga disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Salatiga Adhi Isnanto. Tidak ada tindakan, sikap, maupun sifat yang berbeda saat kali terakhir bertemu dan berdiskusi dengan Bustanul.

"Tadi, di Pemkot, saya sempat ajak Bustanul ngopi. Kami duduk dalam satu meja saat acara halalbihalal. Semua terlihat biasa saja, tidak ada yang aneh," katanya.

Dalam kesan Adhi, Bustanul merupakan sosok yang tangguh, riang, royal, mudah bergaul, dan selalu bisa bergurau di sela-sela waktu, baik itu di pertemuan formal maupun nonformal.

"Mohon maaf untuk rekan kami apabila ada kesalahan yang diperbuatnya, baik itu sengaja maupun tidak sengaja. Semoga keluarga pun kuat atas musibah tersebut," ucapnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved