Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hadiri Solo Batik Carnival, Warga Amerika Kagum Budaya Indonesia Mendunia

Acara Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) diselenggarakan di Solo, Sabtu (15/7) sore. Banyak atraksi menarik digelar di sana.

Tayang:
Penulis: akbar hari mukti | Editor: iswidodo
tribunjateng/akbar hari mukti
KARNAVAL - Peserta Solo Batik Carnival sedang berjalan menusuri Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (15/7). Acara ini disaksikan ribuan wisatawan asing dan lokal. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Acara Grand Carnival Solo Batik Carnival (SBC) diselenggarakan di Solo, Sabtu (15/7) sore. Banyak atraksi menarik digelar di sana.

Gelaran Solo Batik Carnival ke sepuluh yang dimulai pukul 3 sore, kemarin berhasil menarik perhatian warga Solo, bahkan mancanegara.

Berdasar pantauan Tribun, para penampil memulai berjalan dari gedung di Jalan Bhayangkara, menuju Jalan Slamet Riyadi, Ngarsopuro menuju panggung di Benteng Vastenburg.

Para wisatawan, baik luar negeri maupun lokal tampak antusias menikmati pertunjukan yang digelar dengan dukungan Pemkot Solo.

KARNAVAL - Peserta Solo Batik Carnival sedang berjalan menusuri Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (15/7). Acara ini disaksikan ribuan wisatawan asing dan lokal.
KARNAVAL - Peserta Solo Batik Carnival sedang berjalan menusuri Jalan Bhayangkara menuju Benteng Vastenburg, Solo, Sabtu (15/7). Acara ini disaksikan ribuan wisatawan asing dan lokal. (tribunjateng/akbar hari mukti)

Beberapa di antaranya mengabadikan momen menggunakan kamera ponsel pintar maupun kamera profesional.

Seorang penonton asal Amerika Serikat, Michael Benn mengaku kagum dengan Solo Batik Carnival.

"Ya, senang sekali. Ini menunjukkan ada banyak sekali budaya di negara ini," ujarnya dalam Bahasa Indonesia.

Pria yang telah 8 bulan tinggal di Solo tersebut mengatakan, Solo Batik Carnival menunjukkan budaya di Jawa bisa mendunia. "Saya pun senang menggunakan batik karena motifnya keren dan megah," jelasnya.

Ketua Yayasan SBC, Susanto mengatakan, tema SBC kali ini adalah Astamurti Kawijayan. Ia menjelaskan, dalam bahasa Kawi, Astamurti Kawijayan memiliki arti bentuk kejayaan.

"Sehingga makna dalam acara ini merupakan wujud kejayaan tradisi budaya Jawa yang berupa seni dari nenek moyang," ujarnya.

Ia mengatakan, subtema yang diangkat pada SBC kali ini di antaranya wayang, topeng, sekar jagad, legenda, mustika Jawa Dwipa dan Jatayu.

"Kesemuanya diaplikasikan dalam sebuah kostum karnaval dengan penggunaan batik sebagai dasar pembuatan kostum," ujarnya. Ia menuturkan, total peserta SBC kali ini mencapai 230 peserta.

"Selama 3 bulan mereka telah ikuti workshop sebelum mengenakan kostum yang disediakan panitia," ungkapnya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo yang menggunakan kostum Jatayu mengatakan, dirinya ingin perhelatan SBC bisa lestari.

"Karena orang Solo sepertinya haus akan hiburan. Kami berterimakasih kepada orang-orang yang bekerja, menjadikan pagelaran ini menjadi nyata," ungkapnya.

Ia ingin, gelaran SBC bisa menggerakkan ekonomi Kota Solo. "Artinya orang-orang dari luar Solo bisa mengikuti atau menyaksikan event ini, hotel-hotel jadi penuh, tempat makan jadi penuh, maka semua orang senang," ujarnya.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Solo Batik Carnival (SBC) yang telah terlaksana selama 10 tahun. Penyelenggaraan SBC diklaim telah perkuat branding Solo sebagai Kota Batik ke seluruh dunia.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kemenpar, Tazbir, Sabtu (15/7).

Ia menilai, ajang SBC telah membuktikan eksistensi Kota Solo mempromosikan diri sebagai Kota Batik.

Namun, sebagai sebuah karnaval, ia mengatakan, hendaknya SBC juga mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara.

"Poin karnaval itu tidak hanya mempersiapkan produk, tapi bisa mendatangkan tamu asing ke sini, bisa memenuhi (okupansi) hotel," ujar Tazbir.

Lebih lanjut, ia menilai, tujuan penyelenggaraan SBC seharusnya berkiblat pada acara Jember Fashion Carnaval (JFC). Dengan banyaknya seniman di Kota Solo, dia meyakini SBC dapat ikuti popularitas JFC.

"Solo itu kota yang banyak seniman. Hal itu perlu dikapitalisasi menjadi duit. Karena yang diukur berapa banyak tamu yang datang ke sini. Jadi begitu masuk hotel, tamu sudah tahu," jelasnya.

Ia pun berharap SBC menjadi event yang punya nama besar, menjadi salah satu ikon karnaval yang diperhitungkan. "Sehingga bisa memberi andil real terhadap kunjungan wisatawan," katanya. (tribunjateng/akbar hari mukti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved