Breaking News:

Akankah Ketua RT yang Divonis Bebas Itu Tuntut Balik Warganya? Begini Penjelasan Pengacara

Tim penasihat hukum telah mengajukan pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri mengenai senjata api yang dibawa masuk persidangan oleh saksi.

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO P
Istri Ong Budiono,Deborah, menyambut suaminya setelah syukuran vonis bebas di Kencowongo I, Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, Selasa (18/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penasihat hukum Ong Budiono, Osward Lawalata dan Ishak Ronsumbre, berpendapat polisi perlu menggunakan wewenang berupa diskresi (kebijaksaan) saat menangani kasus yang menimpa ketua rukun tetangga ini.

Budiono yang memimpin RT 2 RW 2, Kelurahan Karangayu, Semarang Barat, dilaporkan warganya dengan dugaan pemerasan dan pengancaman.

Padahal yang bersangkutan hanya melaksanakan hasil rapat warga terkait iuran RT.

"Kebijaksanaannya perlu menggunakan hati. Kasus yang menimpa Ong semestinya tidak usah diajukan ke pengadilan. Sudah damai saja," ujar Osward seusai syukuran vonis bebas bagi kliennya, Selasa (18/7/2017).

Baca: Divonis Bebas, Ketua RT Ini Maafkan Warga yang Memperkarakannya

Menurutnya, di dalam kasus pidana terdapat restorasi justice atau yang sering disebut upaya penyelesaian sengketa di luar persidangan untuk mencapai keadilan.

Namun. dia sebagai pengacara menyayangkan dalam kasus Ong, polisi tak menggunakan filter berupa diskresi dan restorasi justice.

"Ong ini dibuat seakan-akan tersangka tipikor dan tindak pidana teroris karena jaksa menuntutnya lima tahun. Nah, ini ada apa?" tanyanya.

Tim penasihat hukum telah mengajukan pengaduan ke Bareskrim Mabes Polri mengenai senjata api yang dibawa masuk persidangan oleh saksi sekaligus pelapor Setiadi Hadinata.

Apakah akan mengajukan tuntutan balik?

"Kami masih pikir-pikir dulu. Menunggu jaksa karena hingga saat ini belum tahu apakah jaksa kasasi atau tidak. Kami tunggu sampai putusan inkrah baru menentukan sikap," tuturnya.

Dalam perkara ini, majelis hakim Pengadilan Negeri Semarang menjatuhkan vonis bebas kepada Ong yang dituntut lima tahun pidana penjara oleh jaksa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved