Breaking News:

Dishub Jateng Minta Tradisi Balon Udara Tidak Dilarang Tapi Diatur Seperti Ini

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, mengusulkan agar kegiatan penerbangan balon udara yang dilakukan oleh masyarakat diatur

Penulis: m nur huda | Editor: bakti buwono budiasto
tribun jogja
Sebanyak dua balon udara berukuran raksasa jatuh di kawasan Sleman. Oleh jajaran Lanud Adisutjipto kedua balon yang terbuat dari plastik itu diamankan dan akan ditelusuri asal muasal balon itu dibuat dan diterbangkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, mengusulkan agar kegiatan penerbangan balon udara yang dilakukan oleh masyarakat di sejumlah daerah di Jateng, diatur.

Yakni penerbangan dilakukan dalam satu tempat di waktu yang bersamaan.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Satriyo Hidayat, hal itu agar kegiatan yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Jateng itu tetap bisa berjalan tanpa mengganggu lalulintas penerbangan pesawat udara.

"Kalau dilarang ya sulit, tapi yang bisa dilakukan adalah melokalisir," katanya dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang gangguan balon udara terhadap keselamatan public yang digelar oleh Ombudsman RI di Hotel Novotel Kota Semarang, Kamis (20/7/2017).

Ia mengatakan, pihaknya berharap pihak-pihak terkait tidak melarang adanya kegiatan penerbangan balon udara.

Melainkan perlu diatur, semisal spesifikasi balon, ketinggian, dan sebagainya.

"Dari awal kami tidak ingin melarang, karena sesuatu yang menyebabkan masyarakat senang ya kita 'ugemi' tapi kalau mengaanggu ya dicarikan solusi," katanya.

Direktur AirNav Indonesia Novie Riyanto R mengatakan, balon udara adalah termasuk pesawat udara dan telah diatur dalam Undang Undang penerbangan.

Sehingga sanksi yang ada sudah jelas, mulai administrasi sampai pidana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved