CATAT Jadwalnya, Pegadaian Kanwil XI Semarang Gelar Bazar Emasnya
Pegadaian Area Semarang gelar bazar emas setiap hari jumat di Pegadaian Kanwil (Kantor Wilayah) XI Semarang.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Franciskus Ariel Setiaputra
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pegadaian Area Semarang gelar bazar emas setiap hari jumat di Pegadaian Kanwil (Kantor Wilayah) XI Semarang.
Emas yang dipamerkan adalah emas lelang di selurih kantor cabang Pegadaian area Semarang.
"Di kanwil, setiap jumat, tiga atau empat cabang Pegadaian adakan lelang emas ke Masyarakat ," ujar Fendy Andry, Pimpinan Cabang Poncol saat ditemui (21/7/2017).
Senada dengan itu, Feby Lestari, staff bisnis dan analisis Pegadaian Kanwil IX Semarang sekaligus pengurus 'Bazar Emas Pegadaian' menuturkan acara tersebut merupakan program ruti Pegadaian area Semarang dan dibuka sejak april lalu.
"Jadi ini program bazar emas, diadakan oleh pegadaian area Semarang di Kanwil Jateng & DIY. Dari pukul 08.00 WIB sampai 14.00 WIB," kata Feby.
"Pegadaian itu kan terima barang jaminan. Yang tidak di tebus oleh nasabah (penggadai) selama empat bulan progresnya dilelang," imbuhnya.
Menurut Feby program tersebut sekaligus menjadi strategi pegadaian untuk menarik kembali nasabah.
"Untuk menarik kembali nasabah, ditawarkan lagi ke Masyarakat melalui Bazar ini. Antusiasnya bagus, pernah habis sampai 70 persen," kata Feby saat ditemui.
Adapun emas yang dibazar tersebut berupa perhiasan, dan juga logam mulia, satu diantaranya adalah kepingan emas antam.
"Rata-rata perhiasan. Variatif, ada kalung, cincin kebanyakan 18 karat, 75 persen kadarnya. Kalau gram rata-rata 10 gram. Harganya rata-rata Rp. 415.000 rupiah per gram yabg 18 karat, 75 persen kadarnya. Itu emas tua," terang dia.
Adapun harga yang ditawarkan relatif lebih rendah dari harga emas di pasaran.
Sementara untuk mekanisme pembelian emas lelang, bisa dengan melakukan cash maupun kredit.
"Harga jualnya lebih rendah. Emas ini kan harga jualnya naik turun per hari. Kalau di toko emas mungkin hari ini harganya di Rp. 450 sampai Rp.470.000. Beda sekitar 30 ribu rupiah," kata Feby.
Ia menambahkan, mekanisme pembayarannya bisa secara cash, atau sistem gadai bila nasabah belum memiliki uang yang cukup.
"Kalau pembayaran cash ya langsung pakai. Kalau tidak pakai gadai (angsur). Biasanya bawa uang 20 persen saja. Nanti dapat surat gadai, satu atau dua bulan bisa ditebus," tambah Feby.
Di tempat yang sama, Rina Dwihastuti, pembeli emas di bazar tersebut melakukan pembelian beberapa perhiasan secara cash dan gadai.
"Saya beli cincin sama gelang. Katanya disini lebih murah, kalau uangnya kurang masih bisa dikredit," ujar warga Tembalang, Semarang itu.
"Ini yang kalung belum dapat, nyicil dulu. Kurang Rp. 4.400.000 dari harga Rp. 5.600.000," ujar Rina yang menggadai (mengangsur barang lelang) gelang dengan berat 13,3 gram 18 karat.
Dalam program Bazar tersebut, Pegadaian juga bekerjasama dengan Honda untuk servis motor gratis bagi nasabah yang melakukan pembelian emas di atas Rp. 1.000.000 dan pulsa gratis bagi nasabah yang melakukan pembelian emas di atas Rp. 500.000. (*)