Mimpi Kades Banjarejo Terhambat Pemburu yang Jual Fosil ke Pasar Gelap

Achmad Taufik (37), kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, bisa dibilang menjadi orang paling semringah hari-hari ini.

Mimpi Kades Banjarejo Terhambat Pemburu yang Jual Fosil ke Pasar Gelap
tribunjateng/tribunjogja
FOSIL gajah purba yang hidup jutaan tahun silam ditemukan di desa Banjarejo merupakan desa paling timur di Kabupaten Grobogan, yang berbatasan langsung dengan wilayah Blora dan Ngawi di sisi tenggara. 

 TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Achmad Taufik (37), kepala Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, bisa dibilang menjadi orang paling semringah hari-hari ini.

Mimpi mengangkat desanya kian nyata.

Perjuangannya selama beberapa tahun terakhir, takkan sia-sia.

Penemuan fosil gajah purba, diduga kuat jenis stegodon yang relatif masih lengkap, jadi momentum istimewa bagi Banjarejo untuk naik ke panggung nasional, bahkan mungkin dikenal di forum arkeologi internasional.

Baca: Menjaga Situs Purba Banjarejo

Tahun lalu, tepatnya 27 Oktober 2016, Banjarejo diluncurkan sebagai Desa Wisata Purbakala dan Budaya oleh Bupati Grobogan, Sri Sumarni.

Peluncuran dilakukan secara meriah di Balai Desa Banjarejo.

Peresmian itu juga diwarnai pameran temuan fosil kepala banteng purba yang masih lengkap dengan kedua tanduknya.

Baca: Ganjar Tertarik Bangun Museum di Banjarejo

"Itu temuan warga yang diserahkan ke kami beberapa waktu menjelang peluncuran desa wisata," kata Taufik, kepada Tribun Jogja (Tribun Network) di rumahnya, pekan lalu.

Halaman
123
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved