Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Punya 714 Suku, Jokowi Diingatkan Presiden Afganistan Terkait Konflik Saudara

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengaku diingatkan Presiden Afganistan Ashraf Ghani terkait potensi konflik akibat keberagaman suku.

tribun jateng/rahdyan trijoko pamungkas
Jokowi menyapa peserta halalbihalal PWNU di SMA Nasima Semarang, Sabtu (22/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengaku diingatkan Presiden Afganistan Ashraf Ghani terkait potensi konflik yang muncul akibat keberagaman suku.

Hal ini disampaikan Jokowi saat menghadiri halalbihalal kebangsaan yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nadhatul Ulama (PWNU) Jateng di SMA Nasima Semarang, Sabtu (22/7/2017) malam.

"Setiap bertemu presiden, perdana menteri, dan raja dari negara lain, selalu saya sampaikan Indonesia merupakan negara muslim terbesar yang berpenduduk 250 juta orang, memiliki lebih dari 17 ribu pulau, 714 suku, dan lebih dari 1100 bahasa lokal serta seni budaya," ungkapnya.

Pernyataan ini selalu mengundang rasa terkejut dari para pimpinan negara. Namun, saat hal ini disampaikan kepada Presiden Afganistan Ashraf Ghani, presiden yang akrab disapa Jokowi ini memberi respon serius.

"Beliau (presiden Afganistan) berkata, Presiden Jokowi, hati-hati. Jangan sampai terjadi konflik sosial maupun suku karena di Indonesia ada 714 suku," imbuhnya.

Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengatakan, lanjut Jokowi, Afganistan hanya memiliki tujuh suku. Namun, konflik dua suku yang terjadi menimbulkan perang yang berlarut-larut. Dua suku tersebut, masing-masing mencari sekutu dari pihak lain yang dibawa masuk.

"Akhirnya sekarang, terjadi perpecahan menjadi 40 kelompok. Begitu sulit mengembalikan (seperti semula). Itu baru tujuh suku sementara kita (punya) 714 suku," ungkapnya.

Namun, melihat Indonesia, Presiden Ashraf menanyakan kunci persatuan yang terjadi. "(Saya sampaikan), Kuncinya Pancasila. Pancasila inilah dasar negara kita yang harus dijaga," ujarnya.

Jokowi pun mengingatkan agar rakyat Idonesia menjaga kebhinekaan dan kemajemukan tersebut.

Halalbihalal Kebangsaan di SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang itu dihadiri pula Menteri Sekertaris Negara Praktikno, Ketua PWNU Jateng KH Abu Hapsin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan 999 kiai di Jateng. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved