Pengendara Keluhkan Kemacetan yang Kerap Terjadi di Jalan Gombel Hingga Jatingaleh
Kemacetan parah masih sering terjadi di Jalan Setiabudi, lebih tepatnya setelah lampu merah Ngesrep hingga Jalan Gombel Lama sampai di Jatigaleh.
Penulis: Nur Rochmah | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kemacetan parah masih sering terjadi di Jalan Setiabudi, lebih tepatnya setelah lampu merah Ngesrep hingga Jalan Gombel Lama sampai di Jatigaleh.
Hal ini mengakibatkan kendaraan roda empat melambat hanya sekitar 20 km/jam.
Sedangkan kendaraan roda dua, melaju pelan-pelan. Ada pula yang lebih memilih untuk mematikan mesinnya saat jalanan menurun di Gombel.
Berdasarkan pantauan tribunjateng.com, kemacetan sering terjadi saat siang.
Sementara itu, satu di antara pengguna jalan, Ronny (27), warga asal Pudakpayung, mengaku kelelahan karena seringnya macet di Jalan Gombel Lama.
"Saya mengendarai sepeda motor, jadi kalau macet pas turunan mau nggak mau tangan harus sering ngerem. Makanya lebih cepet capeknya," kata Ronny, saat dijumpai di pinggir jalan depan pasar Jatingaleh, Minggu (23/7/2017).
Ronny berharap proyek jalan yang ada di Jatigaleh supaya lebih cepat selesai. Agar kemacetan yang terjadi bisa terurai.
Selain itu, Aulia Sari (22), mahasiswi Universitas Diponegoro mengaku hampir tertinggal kereta akibat terjebak macet di Jalan Jatingaleh beberapa waktu lalu.
"Hampir satu jam saya terjebak macet di Jalan Gombel hingga depan Hotel Noormans. Was-was kalau ketinggalan kereta. Berungtung sampai di stasiun lima menit sebelum keberangkatan kereta," jelas Aulia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jatingaleh-dan-gombel-lama-masih-sering-macet_20170723_212343.jpg)