Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KAPAL Pecah Dihantam Gelombang di Perairan Masalembo, Enam ABK asal Tegal Hilang

Satu unit kapal ikan KM Minahasa dikabarkan tenggelam di Perairan Masalembo atau Masalembu, di antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
google.map
Satu unit kapal ikan KM Minahasa dikabarkan tenggelam di Perairan Masalembo atau Masalembu, di antara Pulau Jawa dan Kalimantan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Satu unit kapal ikan KM Minahasa dikabarkan tenggelam di Perairan Masalembo, di antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

Dari 12 anak buah kapal (ABK), enam di antaranya dinyatakan hilang. 12 ABK itu yakni 10 warga Kota Tegal dan dua warga Pemalang.

Enam ABK yang hilang tersebut semuanya berasal dari Kota Tegal. Sedangkan enam lainnya, berhasil diselamatkan.

Diketahui, KM Minahasa berangkat melaut pada Selasa (16/7/2017) lalu dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara.

Syahbandar Pelabuhan Tegal, Fatah Yasin
Syahbandar Pelabuhan Tegal, Fatah Yasin (TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO)

"Saat menuju perairan Masalembo, tiba- tiba gelombang besar menghantam kapal. Kapal pecah dan karam," kata ABK asal Kota Tegal yang selamat, Vian Iswanto, Senin (24/7/2017).

Ia menuturkan, usai dihantam ombak, 12 ABK sempat terombang-ambing di tengah lautan semalaman. Mereka bertahan dengan berpegang serpihan badan kapal yang hancur.

Tiba-tiba gelombang tinggi kembali menghempaskan dan menggulung mereka. Sehingga, mereka terpisah antara satu dengan yang lain.

"Bersyukur ada petugas yang melakukan penyelematan. Kami berenam berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sedangkan enam yang lain dinyatakan hilang," jelas warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Ia pun dipulangkan dan tiba di kampung halaman pada Jumat (21/7/2017) malam.

Ia mengatakan masih sok dengan kejadian itu. Suaranya juga terdengar terbata- bata.

Sementara itu, orangtua dari satu ABK yang hilang, Triswanto, berharap pemerintah dapat membantu mencari anaknya yang hilang itu.

"Tidak hanya pemerintah, pemilik kapal juga wajib membantu untuk mencarinya," ucapnya.

Menurutnya, pihak kapal KM Minahasa belum memberitahukan soal kejadian tersebut. Padahal, kejadiannya sudah beberspa hari yang lalu.

Sementara, Syahbandar Pelabuhan Tegal, Fatah Yasin, mengungkapkan tidak bisa membantu banyak untuk membantu pihak keluarga berkomunikasi dengan pemilik kapal.

"Karena tidak berangkat dari Pelabuhan Tegal, kami tidak bisa berbicara banyak. Namun kami akan berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan Muara Angke terkait data pemilik kapal dan sebagainya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved