KAPAL Pecah Dihantam Gelombang di Perairan Masalembo, Enam ABK asal Tegal Hilang
Satu unit kapal ikan KM Minahasa dikabarkan tenggelam di Perairan Masalembo atau Masalembu, di antara Pulau Jawa dan Kalimantan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Satu unit kapal ikan KM Minahasa dikabarkan tenggelam di Perairan Masalembo, di antara Pulau Jawa dan Kalimantan.
Dari 12 anak buah kapal (ABK), enam di antaranya dinyatakan hilang. 12 ABK itu yakni 10 warga Kota Tegal dan dua warga Pemalang.
Enam ABK yang hilang tersebut semuanya berasal dari Kota Tegal. Sedangkan enam lainnya, berhasil diselamatkan.
Diketahui, KM Minahasa berangkat melaut pada Selasa (16/7/2017) lalu dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara.
"Saat menuju perairan Masalembo, tiba- tiba gelombang besar menghantam kapal. Kapal pecah dan karam," kata ABK asal Kota Tegal yang selamat, Vian Iswanto, Senin (24/7/2017).
Ia menuturkan, usai dihantam ombak, 12 ABK sempat terombang-ambing di tengah lautan semalaman. Mereka bertahan dengan berpegang serpihan badan kapal yang hancur.
Tiba-tiba gelombang tinggi kembali menghempaskan dan menggulung mereka. Sehingga, mereka terpisah antara satu dengan yang lain.
"Bersyukur ada petugas yang melakukan penyelematan. Kami berenam berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sedangkan enam yang lain dinyatakan hilang," jelas warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.
Ia pun dipulangkan dan tiba di kampung halaman pada Jumat (21/7/2017) malam.
Ia mengatakan masih sok dengan kejadian itu. Suaranya juga terdengar terbata- bata.
Sementara itu, orangtua dari satu ABK yang hilang, Triswanto, berharap pemerintah dapat membantu mencari anaknya yang hilang itu.
"Tidak hanya pemerintah, pemilik kapal juga wajib membantu untuk mencarinya," ucapnya.
Menurutnya, pihak kapal KM Minahasa belum memberitahukan soal kejadian tersebut. Padahal, kejadiannya sudah beberspa hari yang lalu.
Sementara, Syahbandar Pelabuhan Tegal, Fatah Yasin, mengungkapkan tidak bisa membantu banyak untuk membantu pihak keluarga berkomunikasi dengan pemilik kapal.
"Karena tidak berangkat dari Pelabuhan Tegal, kami tidak bisa berbicara banyak. Namun kami akan berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan Muara Angke terkait data pemilik kapal dan sebagainya," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/satu-unit-kapal-ikan-km-minahasa-dikabarkan-tenggelam-di-perairan-masalembo_20170724_184156.jpg)