Begini Penjelasan Kenapa Sumur di Demak Itu Semburkan Gas

Sumur mengeluarkan gas yang bisa untuk pembakaran ternyata bukan baru pertama kali terjadi di Demak.

Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
tribunjateng/rival almanaf
Sumur mengeluarkan gas yang bisa untuk pembakaran ternyata bukan baru pertama kali terjadi di Demak. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Sumur mengeluarkan gas yang bisa untuk pembakaran ternyata bukan baru pertama kali terjadi di Demak. Hal itu diungkapkan Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak, Arso Budiyanto.

Ia menyampaikan hal serupa pernah terjadi di Kecamatan Wonosalam, Demak. Kini peristiwa serupa terjadi di sumur warga RT 12 RW 2 Desa Pamongan, Kecamatan Guntur, Demak.

"Kalau kejadian yang dulu gasnya tidak berbahaya, hanya bertahan satu minggu setelah itu hilang, jadi tidak bisa dimanfaatkan untuk jangka waktu yang lama," jelas Arso kepada Tribun Jateng, Selasa (25/7/2017).

Ditemui di kantornya, Arso menjelaskan timnya memang belum mengunjungi sumur tersebut. Pihaknya baru berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Pengawasan Pengendalian Energi dan Sumberdaya Mineral Kendeng-Muria yang memiliki kewenangan.

"Nanti akan dijadwalkan dengan balai meninjau ke lokasi untuk meneliti kandungan gas, kekuatan semburan gas dan lain sebagainya," bebernya.

Meski demikian, ia memprediksi kasusnya sama dengan yang pernah terjadi di Wonosalam maka gas yang keluar adalah gas metana yang terperangkap di rawa-rawa.

"Dahulu lokasi itu kan rawa-rawa, saat dialihfungsikan ada gas metana yang terperangkap, dan gas itu keluar saat dilakukan pengeboran," terang Arso.

Jika memang benar gas rawa, maka pembakaran yang ada tidak akan bisa dimanfaatkan dalam waktu yang lama dan akan habis dalam hitungan minggu. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved