Liputan Khusus

Berbagai Upaya Hidupkan Ngesti Pandowo Terus Dilakukan, Mulai dari Bentuk Laskar Muda Hingga . . .

Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Agus Wariyanto menuturkan, Ngesti Pandowo telah memiliki nama besar. Sayang jika terbengkalai

Berbagai Upaya Hidupkan Ngesti Pandowo Terus Dilakukan, Mulai dari Bentuk Laskar Muda Hingga . . .
TRIBUNJATENG/YAYAN
Liputan khusus: Geliat Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satu pemain Wayang Orang (WO) Ngesti Pandowo sekaligus Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, Agus Wariyanto menuturkan, Ngesti Pandowo telah memiliki nama besar. Sangat sayang jika terbengkalai.

Menurut dia, memajukan seni budaya itu mesti dibangun bersama-sama.

Tidak hanya tugas para penggiat seni, melainkan juga pemerintah dan masyarakat selaku penikmat.

"Terus perbanyak event dan inovasi, tetapi tidak meninggalkan jatidiri wayang orang itu sendiri. Seperti misalnya mengikuti perkembangan teknologi, seni tata rias, koregrafi, dan IT. Terpenting adalah kekinian tapi tetap sesuai pakem," terang pria yang sudah lima tahun membantu Ngesti Pandowo itu.

Agus menyatakan, potensi pengembangan WO Ngesti Pandowo sebenarnya sudah ada, apalagi dengan nama besar yang sudah 80 tahun malang melintang di dunia kesenian.

Hanya saja tinggal diintensifkan kegiatan-kegiatannya tidak hanya di dalam panggung tapi lingkungan luar.

"Di pantura ini, khususnya Semarang punya karakter tertentu. Pantura seninya agak dinamis, sehingga berbeda dengan wayang orang Solo yang lebih mengarah unggah-ungguh. Kalau di semarang inginnya cepat agak keras. Itu yang menjadi nilai pembeda," urainya.

Masalah berikutnya adalah soal kader.

Tetapi, persoalan itu sudah sedikit teratasi dengan berdirinya Laskar Muda Ngesti Pandowo.

Terkait dengan kabar Ngesti Pandawa akan pindah ke Maerakaca pada November 2017, sekaligus dalam rangkaian lauching Grand Maerakaca, ia berharap upaya itu bisa meningkatkan performa dari Ngesti Pandawa.

Halaman
1234
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved