Bupati Semarang Rotasi Ratusan Pegawai Pemkab

Bupati Semarang, Mundjirin merotasi ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang

Bupati Semarang Rotasi Ratusan Pegawai Pemkab
tribunjateng/dok
Menanggapi rekomendasi DPRD Kabupaten Semarang terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2016 yang tidak layak dinilai, Bupati Semarang Mundjirin memiliki pembelaan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin merotasi ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang.

Jumlah pejabat yang dirotasi yakni 133 orang terdiri dari pejabat administrator atau eselon III hingga pejabat pengawas atau eselon IV.

"ASN (aparatur sipil negara) yang dirotasi mulai dari Sekretaris Dinas, Kepala Bagian, Camat, Sekretaris Camat, Kepala Seksi, Kepala Sub Bagian, Kepala Sub Bidang, Lurah, Sekretaris Lurah, dan Kepala UPTD Puskesmas," kata Mundjirin, Rabu (26/7/2017).

Mundjirin menambahkan rotasi kepegawaian ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Rotasi ini memindahkan aparatur sipil dari zona nyaman ke zona kompetitif, melalui sistem kebijakan manajemen ASN berdasarkan kualitas dan kompetisi disamping kinerjanya. Selain itu, kami juga ingin mempersiapkan kaderisasi ASN untuk melangkah ke jenjang selanjutnya," sambungnya.

Rotasi dan pengisian jabatan tersebut menurut Mundjirin, wajar dan tanpa membedakan latar belakang ASN, latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal-usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur ataupun kondisi kecacatan fisik seseorang.

"Dilaksanakan secara adil dan kompetitif, melalui pertimbangan dari Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan) berdasarkan rekam jejak, serta melibatkan asesor yang berkompeten dari LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) Jawa Tengah," jelasnya.

Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono menambahkan rotasi dan pengisian pejabat eselon III dan IV merupakan kelanjutan dari pelantikan jabatan tinggi pratama atau eselon II yang bulan Juni lalu dilaksanakan.

Sebelumnya, Mundjirin melantik lima pejabat tinggi pratama lantaran ada lima pejabat yang purna tugas.

"Oleh karena itu, posisi selanjutnya mengisi posisi yang kosong sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu serta sebagai promosi ASN yang memiliki kinerja yang baik," ungkap Sekda. (*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved