Gerakan FIB Mengajar Ajak Masyarakat Kwadungan Wonosobo untuk Peduli Pendidikan

Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 30 Juli 2017 sampai 5 Agustus 2017 mendatang

istimewa
Pengajar Muda dari FIB Mengajar sedang melakukan kegiatan pembelajaran di SDN 1 Kwadungan, Kabupaten Wonosobo, Senin (31/7) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 12 pengajar muda dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB Undip), yang tergabung dalam FIB Mengajar mengajak masyarakat Desa Kwadungan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, untuk lebih peduli terhadap pendidikan melalui serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di sana.

Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak tanggal 30 Juli 2017 sampai 5 Agustus 2017 mendatang. Program yang dilaksanakan sendiri meliputi kegiatan pengabdian masyarakat berupa bakti sosial. Hingga mengajar anak-anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kwadungan dan di sebuah Taman Kanak-kanak (TK).

"Jadi di setiap kelas kami ada 2 orang pengajar untuk penyampaikan materi. Kegiatan ini kami mulai selama jam belajar aktif. Artinya kami mengajar dari siswa masuk sekolah pagi sampai pulang sekolah siang nya," kata Ketua Panitia, Eka Fitriyanti saat dihubungi Tribun Jateng, Senin (31/7/2017).

Ia menuturkan, penyampaian materi pengajaran sudah disesuaikan dengan silabus yang ada.

Kemudian dikemas dengan cara yang kreatif dan inovatif melalui beberapa media pembelajaran. Misalnya, membuat beberapa gambar diagram berwarna untuk menarik perhatian anak-anak di kelas.

Kemudian, supaya kegiatan belajar tidak membosankan sesekali pengajaran dilakukan di luar ruang kelas.

"Tentu, sebelum penerjunan lapangan, para pengajar sudah kami beri pembekalan terlebih dahulu melalui beberapa rangkaian pelatihan. Hal ini dilakukan supaya pengajar sediri bisa lebih paham tentang cara-cara pengajaran yang efektif dan benar. Pasalnya, di Undip sendiri kan tidak ada jalur pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, Yovandra, Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat BEM FIB, mengatakan penentuan lokasi untuk program FIB Mengajar tidak asal comot. Ternyata, beberapa kriteria pengerucutan wilayahnya didapat panitia dari data Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Jawa Tengah.

"Sehingga dari data tersebut diambil kesimpulan, jika di desa Kwadungan mempunyai kendala dalam bidang pendidikan. Kemudian dari segi ekonomi masyarakat sekitar masih terbilang rendah. Lalu di daerah tersebut termasuk pada daerah yg susah terjangkau. Sehingga kami putuskan untuk melakukan serangkaian kegiatan di sana," papar Yovandra.

Sedangkan tujuan kegiatan tersebut, pertama untuk menginspirasi mahasiswa yang turun ke lapangan. Supaya lebih peduli dan menjadi motor penggerak kemajuan pedidikan di Indonesia. Kedua, mengajak masyarakat sekitar untuk lebih peduli terhadap pedidikan putra dan putrinya.

"Kegiatan FIB Mengajar ini sebenarnya baru pertama kalinya dilaksanakan. Saya harap rutinitas positiv seperti ini bisa berjalan terus untuk selanjutnya," harap Yovandra. (*)

Penulis: Nur Rochmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved