Breaking News:

INSPIRATIF, Setiap Selasa, Warung Ini Sediakan Gratis Satai Kambing Bagi Duafa

Pasangan suami istri di Kota Pekalongan ini memilih menyediakan satai dan gulai kambing gratis kepada duafa sebagai sarana berbagi kepada sesama.

Penulis: muh radlis | Editor: rika irawati
tribun jateng/muh radlis
Warung Sate Kambing Muda Bang Toto di Jalan Jeruk, Kota Pekalongan, menyediakan masakan daging kambing gratis bagi duafa setiap Selasa. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pasangan suami istri di Kota Pekalongan ini memilih menyediakan satai dan gulai kambing gratis kepada duafa sebagai sarana berbagi kepada sesama.

Adalah Toto Setiarto dan sang istri, Danella Martias, yang melakukan. Mereka merupakan pasangan suami istri yang sehari-hari jualan menu masakan kambing di warung Satai Kambing Muda Bang Toto di Jalan Jeruk, Nomor 10, Kota Pekalongan.

Menurut Danella, kebiasaan ini dimulai ketika mereka menggelar acara syukuran sebelum berangkat umroh pada September 2016. Saat itu, mereka memasak satai dan gulai kambing yang dikhususkan bagi duafa di sekitar warung.

"Saat itu hari Selasa, kami mengadakan syukuran. Menu makannya daging kambing. Yang datang ternyata banyak, kami panggil tukang becak," kata Danella, Selasa (1/8/2017).

Danella saat menyiapkan menu masakan daging kambing bagi duafa di warungnya di Kota Pekalongan.
Danella menyiapkan menu masakan daging kambing bagi duafa di warungnya di Kota Pekalongan. (tribun jateng/muh radlis)

Sejak saat itu, setiap Selasa, para tukang becak yang mangkal di sekitar Pasar Induk Kota Pekalongan datang ke warung Danella. Ada juga kuli pasar dan tukang parkir.

"Alhamdulillah, mereka suka. Sejak saat itulah mereka setiap hari Selasa datang ke sini," katanya.

Setiap hari Selasa, Danella menyediakan satu ekor kambing muda berumur empat bulan untuk diolah menjadi satai dan gulai bagi mereka.

Warung itu buka pukul 09.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB. "Kalau hari Selasa, tutup sehabisnya makanan, khusus untuk berbagi dengan mereka," katanya.

Danella mengatakan, kebiasaan ini akan terus dilakukan mengingat sebagian rejeki yang dia peroleh adalah hak duafa.

"Saya masih urus surat pindah dari Jakarta ke sini (Kota Pekalongan) agar bisa fokus cari rejeki," kata Danella yang berprofesi sebagai guru di Jakarta itu.

Seorang tukang becak yang setiap Selasa datang ke warung Bang Toto, Slamet, bersyukur masih ada yang mau berbagi dengan duafa.

Slamet yang berpenghasilan tak seberapa, merasa daging merupakan menu makanan mahal. Terlebih, diolah menjadi satai dan gulai.

"Penghasilan saya cuma Rp 10 ribu per hari dan setiap hari cuma makan sayur dan ikan asin. Alhamdulillah, sekarang, setiap Selasa bisa makan daging kambing," kata Slamet. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved