Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Duh, Petani Bawang di Brebes Terpaksa Pakai Air Comberan untuk Sirami Tanamannya, Hasilnya . . .

Tanaman bawang merah di wilayah pantura Kabupaten Brebes terancam gagal panen.Hal itu dikarenakan serangan hama ulat grayak dan kutu

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
petani bawang merah mengairi lahan dengan air comberan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES- Tanaman bawang merah di wilayah pantura Kabupaten Brebes terancam gagal panen.

Hal itu dikarenakan serangan hama ulat grayak dan kutu.

Beberapa waktu terakhir ini, debit air untuk irigasi tidak mencukupi sehingga petani bawang merah terpaksa menggunakan air dari comberan.

Penggunaan air limbah diduga penyebab adanya serangan hama tersebut.

Seorang petani bawang merah di Brebes, Syaefudin (46) menuturkan dirinya sudah menggunakan air comberan untuk keperluan irigasi sawah sejak 10 hari yang lalu.

"Akibatnya, hama menyerang. Daun bawang layu dan keropos. Sehingga dipastikan hasil panen merosot," jelas Syaefudin, Rabu (2/8/2017).

Menurutnya, penggunaan air comberan terpaksa lantaran sudah sebulan tidak ada pasokan air untuk keperluan irigasi.

"Daripadi rugi karena tidak ada air irigasi, lebih baik saya pakai air comberan. Ehh ternyata malah diserang hama," kata petani bawang merah asal Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan/ Kabupaten Brebes itu.

Menurutnya, jika tanaman bawang merah dibiarkan tanpa disiram, akan mati dan tidak bisa panen.

Kerugian besar akan dialaminya.

Selain di Pasar Batang, hal serupa juga dialami sejumlah petani di beberapa wilayah, semisal di Limbangan, Pagejugan, Kedungmuter, dan Tengki.

"Tidak ada cara lain selain menggunakan air dari comberan. Kalau tidak disiram akan kering, disiram malah terserang hama," kata petani bawang merah lain asal Desa Tengki, Zaenal Abidin (49).

Ia berharap Pemkab Brebes membantu para petani bawang merah untuk memperoleh air bersih.

Sehingga, tanaman bawang merah dapat terselamatkan.

Saat ini, kata dia, tanaman bawang merah sudah berusia 45 hari.

Petani baru bisa memanen saat tanaman berusia sekiar 60 hari.

Artinya, masa panen masih lama. Dengan kondisi itu, petani tidak bisa memanen dini.

"Kalau dipanen dini, hasil tidak maksimal. Kami bisa rugi," tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved