Lahirkan Sejumlah Atlet Nasional, PB Rejomulyo Akan Dihidupkan Lagi
PB Rejomulyo Semarang mencoba bangkit lagi setelah hampir berusia 37 tahun, sejak pertama kali berdiri di era 1980-an
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PB Rejomulyo Semarang mencoba bangkit lagi setelah hampir berusia 37 tahun, sejak pertama kali berdiri di era 1980-an.
Perkumpulan Bulutangkis (PB) Rejomulyo Semarang, dibangkitkan lagi dengan mengadakan 'reuni akbar' yang diikuti mantan-mantan anggota klub, yang pernah berjaya di masa itu, pada hari Sabtu (12/8/2017) mendatang.
Ketua panitia reuni akbar, Redi Nusantara mengungkapkan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengenang kembali masa-masa kejayaan PB Rejomulyo kala itu.
Banyak di antara anggota-anggota klub itu, yang punya prestasi mentereng di dunia bulu tangkis, baik tingkat lokal, nasional bahkan internasional," jelas dia dalam keterangannya, Rabu (2/8/2017).
Beberapa nama yang sempat punya prestasi bagus di antaranya, Sandiarto, yang menjadi juara World Cup pada 1996 berpasangan dengan Minarti Timur.
Kemudian ada pula Irawan, yang pernah berpasangan dengan legenda bulutangkis Indonesia, Ardy B Wiranatakusuma, pada era 1985-1992.
Lalu ada pula Redi Nusantara dan Megatri Nusantara, yang juga malang melintang di dunia perbulutangkisan Nasional.
"Pada masa itu, pemain-pemain PB Rejomulyo sangat disegani, karena banyak pemain-pemain bagus yang punya prestasi di dalam dan luar negeri. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan dengan bermacam-macam kegiatan, kami harus menghentikan sementara latihan rutin yang kami lakukan," ujar Redi, yang kini berusia 50 tahun itu.
Sehingga pihaknya berencana, akan menggelar reuni akbar itu di lapangan bulutangkis Bangkong, dalam kegiatan yang bertajuk, 'Menjalin Kebersamaan Kembali'.
Menurutnya, sejak pertama kali berdiri di era 1980-an, dan sempat beberapa kali pindah tempat latihan, maka pada 1995, para anggota PB Rejomulyo 'terpaksa' harus berlatih sendiri-sendiri.
Namun meski nama PB Rejomulyo vakum dalam dunia bulu tangkis, tetapi para anggotanya tetap giat berlatih, meski berpencar-pencar.
"Makanya kami berkeinginan untuk menyatukan lagi kawan-kawan klub yang dulu pernah bermain bersama," ujar dia.
Mantan atlet bulu tangkis nasional, Megatri mengatakan, kira-kira ada sekitar 100 anggota yang ingin ikut berpartisipasi di acara reuni tersebut.
Pihaknya juga berencana akan mencoba menghidupkan lagi PB Rejomulyo, agar keberlangsungan nama klub tetap terjaga.
"Kami akan mencoba menjaga apa yang sudah dibangun para pendiri klub, seperti Tang Kook Tjoen, Kho Hong Liang, Ong maupun Sumadi. Seperti yang dicanangkan para pendiri klub, kami juga berkeinginan, agar klub ini tetap hidup dan bermanfaat bagi orang lain," imbuh wanita yang pernah meraih juara ketiga tunggal putri Kejurnas 1992, yang kala itu dimenangkan Susi Susanti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pb-rejomulyo-semarang-yang-melahirkan-atlet-nasional-akan-dihidupkan-kembali_20170802_123527.jpg)