Ngamuk Usai Sidang Kasus Narkotika, Anak Bupati Batubara Berkata Kotor dan Acungkan Jari Tengah

Anak bupati Batubara, Sumatera Utara, ngamuk ke wartawan seusai menjalani sidang kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Ngamuk Usai Sidang Kasus Narkotika, Anak Bupati Batubara Berkata Kotor dan Acungkan Jari Tengah
Tribun Medan/Azis
OK Muhammad Kurnia Aryeta alias Koko, anak Bupati Batubara saat disidangkan kasus sabusabu di Ruang Cakra VI PN Medan, Kamis (13/7/2017). Usai sidang, Koko mencoba memukul wartawan. 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - OK Muhammad Kurnia Aryeta, anak kandung Bupati Batubara, Sumater Utara, OK Arya Zulkarnaen, mengeluarkan perkataan jorok seusai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (3/8/2017).

Dalam amar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tetty Simbolon meminta majelis hakim agar menghukum terdakwa pidana tiga tahun enam bulan penjara. Ia didakwa terbukti mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabuseberat 0,08 gram.

Usai sidang, Koko, panggilan akrab terdakwa, menutup mukanya memakai topi hitam. Saat berjalan melewati lorong, anak kedua Bupati Batubara dari istri pertamanya ini melontarkan kata-kata jorok.

"K**t*l sama kau," kata pria berkulit putih ini kepada Tribun-Medan.com saat mencoba mengabadikan fotonya.

Tak ingin situasi memanas, anggota kepolisian dan jaksa yang mengawal langsung mengamankannya.

Tak hanya sampai disitu. Begitu hendak sampai ke sel tahanan sementara, Koko mengacung-acungkan jari tengah kepada wartawan.

Jaksa menganggap, terdakwa melanggar Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Di sidang sebelumnya, Koko juga berulah. Usai menghadirkan keterangan saksi dari kepolisian yang menangkapnya, Koko mulanya melangkahkan kakinya dengan santai.

Mengenakan baju tahanan dan memakai jam tangan hitam, ia pun sempat menuturkan menyesali perbuatannya ketika ditanya majelis hakim. “Saya menyesal, Pak Hakim,” ujarnya di hadapan majelis hakim Jamaluddin.

Namun, setelah ke luar ruang sidang, suasana berubah seketika. Secara tiba-tiba, Koko dalam keadaan tangan terborgol berlari kencang menuju arah pengunjung ruang sidang dengan penuh amarah.

Ternyata, pengunjung sidang yang menjadi luapan emosinya adalah awak media yang meliput sidang.
“Apa kau? Mau mati kau?” kata anak kedua OK Arya Zulkarnaen ini dengan mata melotot.

Diduga, Koko telah menahan amarahnya sepanjang sidang bergulir karena merasa tidak terima dengan kehadiran awak media yang beberapa kali mengabadikan fotonya.

Ulah gaduhnya di PN Medan itu tak berhenti di situ saja. Koko yang tak sempat meluapkan amarahnya masih terus melontarkan perkataan ingin menghajar awak media dibarengi kata-kata jorok. “Kau lihat nanti ya,” ujar Koko yang langsung dipiting pengawal tahanan menunju sel sementara PN Medan.

Sementara, awak media online inisial RM tercengang saat itu. Ia tak menyangka, tugasnya sebagai jurnalis ternyata mendapat tentang dari anak pejabat tersebut. Untung saat, amukan Koko tak sempat mengenainya karena tangannya dalam keadaan terborgol dan langsung diamankan pengawal tahanan.

"Tugas saya mencari berita. Apa salah saya foto terdakwa, saya kan cuma foto, kenapa langsung dikejar. Padahal tangannya masih diborgol dan bajunya dipegang sama petugas, itu pun bisa ngejar saya," kata pria kurus ini kesal. (tribunmedan.com)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved