TERUNGKAP, Begini Aseng Napi Lapas Nusakambangan Kendalikan Penyelundupan Jutaan Ekstasi

Modus pengendalian penyelundupan 1,2 juta pil ekstasi dari dalam Lapas Nusakambangan perlahan terungkap.

TERUNGKAP, Begini Aseng Napi Lapas Nusakambangan Kendalikan Penyelundupan Jutaan Ekstasi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas menunjukkan tersangka beserta barang bukti narkotik jenis ekstasi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP- Modus pengendalian penyelundupan 1,2 juta pil ekstasi dari dalam Lapas Nusakambangan perlahan terungkap.

Kepala BNNK Cilacap Triyatmo mengatakan, dugaan Aseng, Napi Lapas Kelas II A Besi Nusakambangan, terduga pengendali penyelundupan 1,2 juta pil ekstasi diduga menggunakan telepon satelit atau jaringan Wifi serta jasa kurir dalam melancarkan aksi kejahatannya.

Dugaan penggunaan telepon satelit masuk akal. Menurut Triyatmo, Lapas di Nusakambangan merupakan area tanpa sinyal telepon selular (blank area). Jadi, besar kemungkinan Aseng memanfaatkan telepon satelit agar bisa berkomunikasi dengan jaringannya di luar Lapas.

Dari hasil razia tim gabungan meliputi unsur BNN, Polri dan Kemenkumham, sebelumnya ditemukan telepon selular (ponsel) di sel Aseng.

Baca: Kepala Lapas Batu Nusakambangan Dicopot, Ada Kaitan Apa dengan Aseng?

"Tidak ditemukan simcard di Ponsel itu. Petugas juga tidak temukan kotak masuk atau panggilan tak terjawab di handphone itu. Jadi kemungkinan pakai satelit," katanya, Kamis (3/8)

Pihaknya saat ini masih menyelidiki bagaimana barang terlarang itu bisa diselundupkan ke dalam Lapas.

Padahal, selama ini, aparat keamanan selalu bersiaga saat hari besuk.

Seluruh barang bawaan pembesuk pasti digeledah untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk Lapas.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved