Nyonya Meneer Pailit
Berhenti Beroperasi Sejak 2015, Produk Nyonya Meneer Masih Ditemukan di Pasaran
Dua pabrik Nyonya Meneer di Semarang terlihat sepi, Jumat (4/7/2017). Pabrik yang berdiri sejak 1919 ini dinyatakan pailit oleh perusahaan.
Penulis: hermawan Endra | Editor: rika irawati
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pabrik Nyonya Meneer terlihat sepi, baik yang berada di Jalan Kaligawe maupun Raden Patah, Semarang, Jumat (4/7). Pintu gerbang-gerbang tertutup rapat, lampu-lampu pencahayaan bangunan hanya menyala sebagian sehingga membuat suana cenderung gelap.
Beberapa saat kemudian, seorang pria tua mengendarai mobil kijang datang. Ia bingung karena tidak ada orang yang membuka gerbang. Padahal, dirinya diminta mengantarkan mobil milik perusahaan.
"Ini saya disuruh mengantar mobil Pak Imam tapi kok malah sepi," kata pria bernama Broto tersebut.
Pria berkemeja batik itu lalu sibuk menghubungi seseorang melalui telepon genggam. Sampai akhirnya, ia pergi meninggalkan lokasi pabrik.
Kepada Tribunjateng.com, ia mengaku sebagai mantan karyawan Nyonya Meneer. Meski sejak 2010 lalu telah pensiun namun sesekali masih membantu perusahaan tersebut, sebagai supir.
Ketika ditanya apakah Nyonya Meneer masih beroperasi mengingat produknya beredar di pasaran, Broto mengaku tidak tahu. "Kalau soal itu saya tidak tahu, kenapa produknya sampai sekarang masih ada di pasaran," imbuhnya.
Menurutnya, sejak 2015, Nyonya Meneer berhenti beroperasi. Sepengetahuannya, sudah tidak ada lagi satupun karyawan yang bekerja meracik jamu di situ. Meski begitu, masih ada berapa orang manajemen yang stay di kantor setiap pagi hingga siang.
Sejak pensiun, ia belum menerima uang pesangon. Upah yang diterima selama membantu perusahaan pun tidak jelas, kadang diberikan tapi terkadang tidak. Obrolan singkat itu pun selesai dan Broto pergi meninggalkan pabrik.
"Kalau mau ke sini pagi aja, biasanya ada karyawan di kantor," imbuhnya.
Menurut warga di sekitar pabrik Nyonya Meneer di Raden Patah, Tono, tak ada aktifitas produksi di perusahaan itu sejak dinyatakan tutup April 2015. Bahkan, petugas keamanan disewa perusahaan dari pihak kelurahan Melati Baru.
Meski begitu, kadang terlihat beberapa karyawan yang datang ke pabrik untuk menagih gaji atau uang lemburan yang belum dibayar.
Muncul informasi yang menyebut, Nyonya Meneer masih beroperasi di lokasi lain, di daerah Semarang Atas. Sebab, hingga kini, produk masih beredar di pasaran. Karyawan pun merasa dibohongi.
"Kadang, ada yang datang marah-marah, bilang kantor di sini tutup tapi masih produksi di kantor atas. Tapi, tepatnya di daerah mana tidak tahu," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejarah-panjang-nyonya-meneer_20160325_082024.jpg)