Wah, Beri Uang ke Pengemis di Kudus Bakal Masuk Penjara dan Kena Denda Rp 1 Juta

Bagi masyarakat Kudus yang memberi uang kepada pengemis harus berhati-hati. Pemberi uang kepada pengemis atau gelandangan bakal mendapatkan sanksi

Wah, Beri Uang ke Pengemis di Kudus Bakal Masuk Penjara dan Kena Denda Rp 1 Juta
TRIBUNJATENG/YAYAN
Kelima Pengamen Jalanan Ini Masih Tidur Saat Dirazia Satpol PP Kudus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bagi masyarakat Kudus yang memberi uang kepada pengemis harus berhati-hati.

Pemberi uang kepada pengemis atau gelandangan bakal mendapatkan sanksi 10 hari kurungan dan denda maksimal Rp 1 juta.

Hal itu tertuang dalam Perda nomor 15 tahun 2017 tentang penggulangan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan,

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kudus, Sutrimo mengatakan, pihaknya masih akan mensosialisasikan Perda tersebut.

Hal itu dikarenakan masih banyaknya warga yang belum mengetahuinya.

“Ini Perda baru. Kami sudah mengirim surat kepada seluruh Kecamatan perihal sosialisasi Perda itu. Nanti dari Kecamatan akan diteruskan ke desa-desa,” kata Sutrimo kepada Tribun Jateng, Jumat (4/8/2017).

Dia mengatakan, Perda tersebut bertujuan agar Kota Kretek terbebas dari pengemis maupun gelandangan.

Di dalam pasal 21 Perda tersebut, jelas dia, bagi yang memberi uang kepada pengemis bakal mendapatkan sanksi kurungan selama 10 hari dan denda maksimal Rp 1 juta.

Sedangkan bagi pengemis akan mendapatkan sanksi denda sebesar Rp 10 juta dan kurungan selama tiga bulan.

“Kalau sampai ada yang memperalat, dalam arti mereka yang mempekerjakan orang untuk mengemis akan mendapatkan sanksi denda sebesar Rp 20 juta dan kurungan selama enam bulan,” kata Sutrimo.

Di Kabupaten Kudus, kata dia, ada beberapa pos yang mejadi lokasi para pengemis mangkal. Di antaranya di tempat wisata, perempatan jalan, pasar, dan terminal.

Kedepannya, pihaknya akan memasang banner larangan memberikan uang kepada pengemis, gelandangan, maupun anak jalanan lengkap dengan sanksinya. Hal itu sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.

“Harapan kami, bagi yang ingin memberikan sumbangan sosial alangkah baiknya diberikan kepada lembaga sosial yang resmi, seperti panti asuhan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved