Pemkab Kudus Bakal Bangun Bank Sampah Induk, Apa Itu?
"Sampah yang masih bisa diolah lagi pastinya akan bernilai rupiah. Itu nanti kembalinya ke masyarakat lagi hasil keuntungannya," kata Sumiyati
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: bakti buwono budiasto
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup ( PKP LH) Kabupaten Kudus, Sumiyatun mengatakan untuk mengatasi masalah sampah, pihaknya berencana akan membuat bank sampah induk.
Selain sebagai solusi sampah, kata dia, hal itu bisa bernilai profit.
"Sampah yang masih bisa diolah lagi pastinya akan bernilai rupiah. Itu nanti kembalinya ke masyarakat lagi hasil keuntungannya. Untuk pemasaran produk hasil sampah nanti akan kita bantu. Saat ini baru ada anggaran untuk bangun gedungnya," kata dia saat ditemui di kantornya, Senin(7/8/2017).
Ia mengatakan hal itu termasuk cara mempertahankan Adipura yang telah diraih.
Semua elemen masyarakat harus ikut andil dalam mempertahankan prestasi itu.
"Kesadaran masyarakat itu yang paling penting. Kalau hanya mengandalkan petugas saja, ya kesulitan," kata Sumiyatun
Dia menuturkan, untuk menggerakkan kesadaran masyarakat harus ada koordinasi sampai tingkat desa.
"Terutama pengelolaan sampah. Koordinasi sampai bawah itu sangat penting dan sangat diperlukan," kata dia.
Selain koordinasi sampai tingkat bawah, ucap Sumiyatun, koordinasi antarlembaga instansi pemerintah mutlak diperlukan.
Karena, katanya, Adipura itu tidak semata-mata hanya penilaian kebersihan di suatu daerah belaka.
Menurutnya, semua faktor pendukung, baik infrastruktur maupun faktor penunjang lain juga wajib diperhatikan.
"Infrastruktur, terus fasilitas publik seperti taman, dan juga destinasi pariwisata juga harus diperhatikan. Kalau memang ke depannya terawat baik, Adipura akan terus kita dapatkan," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sumiyati_20170807_121710.jpg)