Gula Petani Tebu Tidak Laku, 30 Petani se-Jawa Geruduk Kemendag, Minta Ini

M Nur Habsyin, Sekjen Andalan petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) mengatakan tidak lakunya gula tani karena pedagang enggan membeli gula petani

Gula Petani Tebu Tidak Laku, 30 Petani se-Jawa Geruduk Kemendag, Minta Ini
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI/IST
Pertemuan perwakilan petani tebu dengan Dirjen Perdagangan Luar Negeri di Kantor Kemendag, Selasa (8/8/2017) 

Habsyin menambahkan, terpuruknya gula tani di pasaran karena imbas tingginya impor gula konsumsi pada tahun 2016 yang mencapai 1,6 juta ton.

Padahal, kekurangan kebutuhan dalam negeri hanya 400 ribu ton.

Pada akhir 2016 sisa gula impor mencapai 1,2 juta ton.

“Kebutuhan gula konsumsi 2016 sebesar 2,7 juta ton sedangkan produksi dalam negeri 2,3 juta ton. Sehingga hanya kurang 400 ribu ton,” kata dia.

Soemitro Samadikoen, Ketua APTRI mengatakan, petani tebu saat ini dalam posisi sulit karena gula tani tidak laku.

Kesulitan tersebut berimbas pada modal untuk garap lahan seusai ditebang.

Baca: TERUNGKAP, Dokter Ryan Thamrin Sudah Punya Rencana Ini Saat Sembuh, Mengharukan

“Kami meminta kepada Menteri Perdagangan untuk menyelesaikan masalah ini. Yakni supaya gula tani laku dalam waktu dekat. Kami sudah tidak sanggup menunggu lama. Karena kalau semakin hari terus tidak laku maka petani akan berhenti tebang sehingga pabrik gula juga akan berhenti giling. Pabrik gula juga sedang mengalami kesulitan keuangan karena gulanya juga tidak laku,” katanya.

Setelah dari Kantor Kemendag, perwakilan petani Tebu dan pengurus APTRI menuju kantor Kementerian Keuangan untuk menagih janji revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 31 tahun 2008 tentang pembebasan gula tani dari PPN. Namun, kedatangan mereka berbuah pahit karena Menteri Keuangan sedang rapat di Istana Negara dan Sekjen Menkeu sedang tidak berada di kantor.

“Kami akan bertahan di Jakarta sampai hari Kamis (10/8/2017) untuk menunggu kepastian terbitnya PMK pembebasan PPN gula tani dan solusi dari Menteri Perdagangan supaya gula tani laku dan dibeli pedagang,” pungkasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved