Guru Besar Ini Ungkap Alasan Para Peneliti Kurang Inovatif

Tema Inovasi menjadi topik utama dalam seminar yang dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.

Guru Besar Ini Ungkap Alasan Para Peneliti Kurang Inovatif
TRIBUN JATENG/ALEXANDER DEVANDA WISNU
Bagong Suyanto saat memaparkan materi seminar di Universitas Katolik Soegijapranata, Selasa (8/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Dalam rangka Dies Natalis ke-35 Universitas Katolik Soegijapranata mengadakan Seminar Energizing Innovation Culture di ruang teater lantai tiga gedung Thomas Aquinas, Selasa (8/8/2017)

Seminar tersebut diisi oleh tiga pembicara yaitu Muhammad Nur berasal dari Universitas Diponegoro, Bagong suyanto berasal dari Universitas Airlangga dan terakhir Ridwan Sanjaya yang merupakan wakil rektor bidang kerjasama dan pengembangan Unika.

Bagong Suyanto merupakan guru besar dari fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga.

Ia mengungkapkan rutinitas yang sering dilakukan oleh peneliti terkadang membelenggu munculnya sebuah inovasi dari seorang peneliti.

" Inovasi pasti akan muncul saat para peneliti out of the box atau keluar dari rutinitas sehari-harinya. Jadi Jika dosen dan mahasiswa ingin jadi peneliti yang inovatif harus bisa keluar dari kebiasaannya." ungkap guru besar dari Universitas Airlangga.

Tema Inovasi menjadi topik utama dalam seminar yang dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa.

Tema tersebut diambil agar memacu dosen muda dalam berkarya menciptakan produk, ide maupun gagasan baru.

Angelika Riyandari yang merupakan koordinator Seminar Energizing mengatakan seminar Energizing Innovation Culture untuk menciptakan budaya inovasi.

" Kami adakan seminar ini supaya peneliti muda yaitu dosen dan mahasiswa ingin punya semangat untuk menciptakan sebuah inovasi-inovasi dan mereka juga lebih kritis" ujar Angelika.

Ia berharap agar peneliti senior dapat berkolaborasi dengan peneliti muda.

" Saya berharap peneliti senior bisa bertukar ilmu dan dapat belajar bersama untuk lebih kritis.penelitian yang diciptakan nantinya bisa bermanfaat untuk masyakarat luas" harapnya. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved