Breaking News:

Dituduh Mencemarkan Nama Baik, Dua Mahasiswa Unnes Setuju Minta Maaf pada Rektorat

Mediasi tersebut dibantu oleh pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan pihak kepolisian Semarang.

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: bakti buwono budiasto
TRIBUN JATENG/ALEXANDER DEVANDA WISNU
Julio Belnanda Harianja saat menampilkan surat permohonan maaf di Biro Sarpas Polda Jaten 

Baca: Tol Bawen-Salatiga Sudah Diuji Laik, Kapan Dibuka?

"Orangtua saya menginginkan secepatnya kasus ini diselesaikan. Saya kaget juga orangtua saya sampai datang ke ruang dekanat tanpa sepengetahuan saya. Kemudian saya diberikan surat pernyataan yang kurang lebih isinya permohonan maaf lalu saya tandatangani" tutur Harris.

Ia menambahkan Harris memberikan permohonan maaf kepada pihak Unnes terkait kasus tersebut.

Menurutnya pihaknya ingin cepat selesai dan tidak melalui jalur hukum namun melalui jalur kekeluargaan.

" Jika pihak Unnes menganggap apa yang saya lakukan salah, saya mohon maaf, tetapi saya tidak menganggap perilaku saya salah. Saya berharap tidak melalui jalur-jalur hukum namun jalur mediasi " tambah Harris.

Baca: Duh, Kualitas Garam Yodium dari Brebes Masih di Bawah Standar Nasional Indonesia

Kedua mahasiswa tersebut juga terancam sanksi terberat dari dewan etik mahasiswa Universitas Negeri Semarang yakni drop out.

Secara terpisah pihak Unnes yang diwakili oleh Hendi Pratama memberikan keterangan bahawa pihak Unnes selalu menempuh jalur kekeluargaan, adapun laporan kepada pihak kepolisian merupakan tambahan.

" Kami selalu melalui jalur mediasi jika kedua mahasiswa tersebut berpendapat sama. Unnes hanya meminta kedua mahasiswa tersebut meminta maaf dan mencabut unggahannya, kami akan cabut laporan tersebut," tutur Kepala UPT Humas Universitas Negeri Semarang

Saat ditanyai mengenai sanksi kepada kedua mahasiswa tersebut.

Hendi menjelaskan sanksi kepada mahasiswa merupakan hal yang terpisah.

" Untuk masalah sanksi itu bagian dewan etika mahasiswa. Kedua mahasiswa dipanggil belum hadir secara utuh.Kalau sanksi masih bisa ada masih bisa tidak tergantung itikad baik dari mahasiswa tersebut. Kedua mahasiswa tersebut harus satu paket untuk meminta maaf dan mencabut unggahannya" pungkas Hendi Pratama.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved