Pilgub Jateng

Ada Sinyal PPP Merapat

Di hari yang sama, Kamis (10/8), dua kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendaftar atau mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bacawagub

Ada Sinyal PPP Merapat
tribunjateng/m nur huda
Bupati Jepara Achmad Marzuki yang juga Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendaftar atau mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bacawagub ke DPD PDI Perjuangan Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di hari yang sama, Kamis (10/8), dua kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendaftar atau mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bacawagub ke DPD PDI Perjuangan Jateng.

Mereka yaitu Bupati Jepara Ahmad Marzuki, dan mantan Wakil Bupati Blora yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Blora, Abu Nafi.

Marzuki datang membawa pendukungnya sekitar 950 orang yang menaiki 17 bus serta sejumlah kendaraan pribadi. Sesampainya di kantor DPD PDI Perjuangan, ditampilkan grup marching band, kelompok rebana, dan duta wisata Jepara.

Ia mengungkap alasan yang membuatnya mendaftar melalui PDI Perjuangan yakni dirinya telah didukung secara penuh oleh partai berlambang kepala banteng moncong putih itu dalam Pilkada Jepara 2017. Di sisi lain, saat ini ia telah menjabat bupati periode kedua.

Selain itu, ia mengaku diminta Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Wuryanto, untuk mendaftar melalui PDI Perjuangan, termasuk juga diperintah Ketua DPW PPP Jateng, Masrukhan Syamsurie.

“Saya diminta Ketua DPD PDI Perjuangan Pak Bambang Pacul (Bambang Wuryanto) untuk mengambil formulir. Kemudian saya komunikasikan dengan DPW PPP Jateng dan diperintah untuk mendaftar. Ini merupakan bentuk penghormatan PDI Perjuangan pada PPP,” jelasnya.

Sementara Abu Nafi datang didampingi sejumlah pengurus DPC PPP Blora. Ia mengaku, motivasinya mendaftar di PDI Perjuangan adalah karena sebagai bentuk balas budi. Sebab, ia merasa sudah dibantu PDI Perjuangan saat berkompetisi di Pilkada Blora 2015.
“Saya tidak akan pernah lupa, sebuah kehormatan yang diberikan pada saya meski belum saya tuntaskan tapi saya laksanakan,” ucapnya.

Penghormatan yang dimaksud adalah saat mencalonkan diri di Pilbup Blora, ia memeroleh rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri. Padahal, dirinya adalah Ketua DPC PPP Blora.

“Saya adalah Ketua DPC PPP, waktu itu PPP tidak jelas (ada konflik internal di pusat-Red). Ketika saya datang ke PDIP dengan segala keterbatasan, malah rekom turun ke saya. Itu di luar kehendak saya, saya malah bingung waktu itu," tukasnya.

Abu Nafi juga tak memedulikan perkataan orang yang mengungkapkan saat dirinya mencalonkan diri sebagai Bupati di Blora saja kalah, malah saat ini mendaftar sebagai bacawagub Jateng.
“Kalau ada yang bilang begitu (nyalon bupati saja nggak jadi, malah bacawagub-Red), apa nggak stres. Kalau ada kalimat seperti itu karena tidak paham saja, yang jelas saya banyak berhutang budi pada PDIP," terangnya.

Abu Nafi juga tak menampik, dengan dirinya mendaftar bacwagub ke PDI Perjuangan merupakan sinyal PPP akan merapat ke PDI Perjuangan di Pilgub 2018.
"Saya malah tidak mengambil formulir, tapi yang mengambilkan adalah Ketua DPW Pak Masrukhan (melalui utusan-Red),” jelasnya. (tribunjateng/cetak/had)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved