Breaking News:

10 Siswa Wakili SMAN 1 Semarang untuk Ikuti Yamaha Safety Riding Competition 2017

Yamaha Safety Riding Competition 2017 regional semarang diadakan oleh Yamaha Riding Academy Yamaha Agung Motor

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P | Editor: muslimah
Tribun jateng/Alexander Devanda Wisnu
10 kadidat yang terpilih untuk mewakili SMA N 1 Semarang untuk mengikuti Yamaha Safety Riding Competition 2017 regional Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Richard Mahadewa merasa bangga terpilih mewakili Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Semarang untuk mengikuti Yamaha Safety Riding Competition 2017 untuk regional Semarang. Senin,(14/08/2017)

Yamaha Safety Riding Competition 2017 regional semarang diadakan oleh Yamaha Riding Academy Yamaha Agung Motor. Kompetisi tersebut memilih 10 kadidat terbaik dari tiap sekolah.

Satu diantaranya yaitu Richard Mahadewa yang berasal dari kelas 12 Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berhasil menjadi satu diantara 10 kadidat terpilih dari 100 peserta Sekolah Menengah Atas Megeri 1 Semarang.

Ia tidak menyangka dapat menjadi satu kadidat mewakili SMAN 1 Semarang.

"Saya tidak menyangka bisa masuk 10 kadidat mewakili SMA saya. Padahal menurut saya kemampuan saya tadi saat berkendara biasa-biasa saja" ujar Richard.

Ia menambahkan selama mencoba safety riding sedikit mengalami kesulitan.

"Saya sedikit mengalami kesulitan di jalan yang lurus dan harus menjaga keseimbangan namun akhirnya lolos" tambahnya.

SMA N 1 Semarang meloloskan 10 kadidat yang terbagi dari enam peserta dari kelas 12 yaitu Iskandar MIPA 4, Khadafy dari MIPA 1, Richard Mahadewa dari MIPA 5,Satria Ilham dari MIPA 6.

Kemudian empat siswa dari kelas 11 yaitu Farell N dari MIPA 3, Ariqo Amru dari MIPA 3 , Adam Rizky dari MIPA 10, dan Satria dari MIPA 10.

Decky Darmawan Susilo, manager promosi YRA Yamaha Agung Motor mengatakan memilih Sekolah Menengah Atas sebagai tempat untuk menggelar safety riding karena siswa SMA pertama kali mendapatkan Surat Ijin Memgemudi.

"Kami memilih SMA karena siswa SMA kan baru mendapatkan SIM jadi mereka sedang senang-senangnya mengendarai motor namun tidak tahu cara mengendara yang baik dan benar" ujar Decky Darmawan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved