Breaking News:

Siapa Pemilik Rumah yang Diduga untuk Pesta Narkoba Oknum Polisi? Ini Kata Ketua RT

Ketua RT 1 Rw 9 Djarod Apriyanto mengatakan penghuni rumah tidak pernah lapor identitas ke pihak RT setempat.

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Rumah yang digerebek Polda Jateng atas dugaan pesta narkoba di Jalan Ngesrep Barat IV nomor 60, RT 1 RW 9, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang diberi garis polisi, Senim (14/8/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga belum mengetahui pemilik rumah yang digerebek Polda Jateng atas dugaan pesta narkoba di Jalan Ngesrep Barat IV nomor 60, RT 1 RW 9, Srondol Kulon, Banyumanik, Kota Semarang.

Ketua RT 1 Rw 9 Djarod Apriyanto mengatakan penghuni rumah tidak pernah lapor identitas ke pihak RT setempat.

Ia mengatakan, pemilik rumah sebelumnya juga tidak memberitahu apakah status rumah tersebut dijual atau disewakan.

" Waktu itu pemilik rumah sebelumnya izin pindah, terus rumah itu kosong. Terus ada penghuni lain tidak laporan. Saya juga tidak tahu penghuni rumah itu ada kaitannya keluarga atau anaknya saya juga tidak tahu," ujarnya saat dihubungi Tribun Jateng, Senin (14/8/2017).

Baca: Penderita Tuberculosis Indonesia Terbesar Kedua di Dunia, PT Phapros Tingkatkan Produksi Obat TB

Dari kabar yang didapatkannya, kata dia, penghuni rumah tersebut hingga masih simpang siur.

Djarod mendapat beragam informasi terkait penghuni rumah.

Ada yang menyebut dikontrakan dan ada juga yang mengatakan ditempati anak dari pemilik sebelumnya.

"Penghuni pertama diajak organisasi juga tidak mau. Selain itu pemilik pertama menempati tersebut masih sekitar satu tahunan," jelasnya.

Baca: Yamaha Gelar Kompetisi Safety Riding di SMAN 1 Semarang, Pemenangnya Bakal ke Jakarta

Ia menuturkan, saat ini rumah tersebut dalam keadaan kosong dan telah terpasang police line (garis polisi).

Djarod menyampaikan bahwa \warga baru wyang menempati dan menetap di lingkungannya wajib membuat kartu domisili.

" Warga yang datang kontrak maupun ngekos wajib memiliki kartu domisili. Nah kebetulan yang bermasalah kemarin susah ditemui sehingga muncul kecurigaan dari warga," tandasnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved