BIKIN GEGER Warga Kebumen, Begini Sejarah Kemerdekaan Versi Kelompok Shiddiqiyyah

Karena dianggap kontroversial, empat spanduk yang telah terpasang diturunkan aparat.

BIKIN GEGER Warga Kebumen, Begini Sejarah Kemerdekaan Versi Kelompok Shiddiqiyyah
IST
Spanduk yang dipasang anggota Shiddiqiyah di beberapa pelosok Kebumen 

"Jika mereka memasang spanduk, warga yang membaca tidak bisa berargumen. Warga hanya bisa membaca tanpa ada penjelasan dari pihak Shiddiqiyyah selaku pemasang spanduk itu," terang AKP Cipto, Rabu (16/8/2017).

Karena dianggap kontroversial, empat spanduk yang telah terpasang diturunkan aparat.

Dua lainnya gagal dipasang karena pengaduan masyarakat Kebumen.

Bahkan seorang kepala desa di Kecamatan Buayan menegaskan tak terima pemasangan spanduk itu.

Terlebih saat spanduk dipasang, tak ada izin kepada pemerintah desa.

AKP Cipto menjelaskan, pencopotan spanduk dilakukan pemerintah untuk menghindari konflik horizontal.

Kelompok Shiddiqiyyah kukuh beranggapan, NKRI tidak pernah dijajah.

Yang dijajah adalah bangsa Indonesia sebagaimana disebut dalam teks proklamasi "atas nama bangsa Indonesia, Soekarno-Hatta".

Mereka berpendapat NKRI baru dibentuk pada tanggal 18 Agustus 1945.

Kelompok ini berpusat di Pondok Pesantren Majma’ul Bahroin Hubbul Wathon Minal Iman Siddiqiyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved